Belum Jelas, Relokasi Korban Bencana Alam di Kintamani

posbali.id

BANGLI, POS BALI ONLINE – Pasca bencana yang terjadi 20 Pebruari 2017 lalu, rencana perelokasian warga korban bencana alam tanah longsor di Desa Songan B dan Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani sampai saat ini tak ada kejelasan. Relokasi belum bisa dilakukan hingga saat ini mengingat Pemkab Bangli masih menunggu pembebasan lahan hutan dari Kementrian Kehutanan dan menunggu bantuan dana siap pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, I Wayan Karmawan, untuk proses perelokasian korban bencana alam di Desa Songan B dan Yeh Mampeh belum bisa dilakukan. “Untuk pengukuran lahannya sudah selesai dilakukan. Kita tinggal menunggu persetujuan dari pusat saja,” kata Karmawan, Senin (14/8).

Sementara untuk perelokasian warga di Yeh Mambeh Batur, lanjut dia, tinggal menunggu pengukuran lahan dari pihak desa, mengingat lahan yang akan dipakai merupakan lahan milik desa. Ia berharap pihak desa supaya bisa segera berkoordiansi dengan Badan Pertanahan, sehingga tanah yang sebelumnya milik desa menjadi milik laba pura.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pusat. Bahkan belum lama ini sudah melakukan upaya jembut bola ke pusat untuk menanyakan hal tersebut. Berdasarkan koordiansi yang dilakukan beberapa waktu lalu, ada beberapa hal yang diperbaiki sehubungan dengan surat pernyataan dari masingmasing korban yang bakal direlokasi. Sebab, untuk perelokasian korban bencana alam tersebut ada yang menggunakan lahan pemerintah dan lahan milik pribadi.

Oleh karena itu, pihaknya kembali melakukan perbaikan proposal. “Jadi bagian itulah yang kami susul ke pusat untuk tambahan dalam proposal yang diajukan. Dan semua itu sudah selesai dilakukan karena semua persyaratan sudah kami penuhi. Sekarang kami tinggal menunggu pusat saja, kapan akan dilakukan pembebasan lahan tersebut. Yang jelas kami terus melakukan komunikasi dengan pusat agar perelokasian warga bisa segera dilakukan,” kata Karmawan.

Lanjut dikatakan, selain masih menunggu pembebasan lahan dari Kementerian Kehutanan, pihaknya juga masih menunggu bantuan DSP dari BNPB. Jika nantinya bantuan DSP dari Pemerintah Pusat juga sudah disetujui, setelah itu baru akan mengambil langkah selanjutnya. “Pada prinsipnya pihak pemerintah daerah sudah menindaklanjuti segala persyaratan yang diminta oleh pusat. Jadi pada intinya kita tinggal menunggu pembebasan lahan hutan dan menunggu bantuan DSP,” tegasnya.

Ia berharap semoga bisa secepatnya dilakukan pembebasan dan pemberian dana tersebut. Kepada para korban yang telah dijanjikan untuk mendapat relokasi, ia meminta warga untuk bersabar. “Pemerintah sudah berupaya terus melakukan komunikasi dengan pusat, semoga dalam waktu dekat dapat direalisasi,” harapnya. 028

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Belum Jelas, Relokasi Korban Bencana Alam di Kintamani

  • 11/11/2018 pada 8:39 AM
    Permalink

    Kieran Trippier is hoping a good season with Burnley in the Premier League could catch Roy Hodgson’s eye and earn him an England call-up. Burnley’s Kieran Trippier hoping Premier League performances can get him a spot in the England team 

    Balas
  • 19/11/2018 pada 5:33 PM
    Permalink

    Wojciech Szczesny was impressed with Arsenal’s character as they avoided consecutive humiliations against Everton but says his side must refocus immediately for their Besiktas showdown.  Wojciech Szczesny impressed by Arsenal’s character in Everton fight back but says Gunners must move on quickly ahead of must-win Besiktas clash

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!