Belasan Seniman Semarakkan Body Painting SVF 2017

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Sebanyak 12 seniman dari seluruh Bali ikuti Body Painting Sanfest, Jumat (11/8) di Maisonette, Kawasan Inna Bali Beach Sanur, Denpasar yang merupakan rangkaian dari Britama Sanur Village Festival ke 12 dengan mengusung Bhinneka Tunggal Ika sebagai tema utama dengan tujuan membangkitkan kembali rasa nasionalisme dari masyarakat.

Selain itu pelaksanaan body painting ini juga sebagai bentuk pencarian bibit seniman-seniman muda dalam pelestarian seni di Indonesia khususnya di Bali.

Body painting yang dimulai sekitar pukul 16.30 Wita ini juga menghadirkan belasan model dengan pakaian minim yang disediakan panitia selanjutnya dilukis oleh seniman dengan tema yang sudah ditentukan. Terlihat belasan Seniman menuangkan imaginasi mereka masing dengan dan ciri khas mereka masing-masing.

Koordinator Body Painting, IB putu Sutama, mengatakan Body Painting ini memang sudah menjadi agenda tahunan di SVF, namun menurut Sutama, setiap tahunnya model yang dipergunakan semakin bertambah sesuai dengan tahun acara SVF. “Setiap tahunnya kita tambah satu sesuai dengan tahun SVF. Namun kali ini yang membedakan adalah tema kita Bhinneka Tunggal Ika sehingga rasa persatuan itu bisa kembali dipupuk,” ujarnya.

Selain itu, menurut Sutama, Body Painting ini juga untuk mencari bibit-bibit muda untukelestarikan seni lukis khususnya di Bali. Karena selama ini kita tidak menyadari bahwa body painting ini telah masuk dalam kesenian di Bali sejak puluhan tahun. “Jika kita kembali berfikir dan mengingat kesenian kita, tari Kecak maupun tarian lainnya sudah menggunakan art pada wajahnya, namun tidak terstruktur. Sekarang ini kita buat terstruktur dalam body painting ini,” jelasnya.

Sementara salah satu seniman, I Wayan Gede Budayana, asal Banjar Mukti singapadu, Gianyar mengatakan dirinya memiliki tema tersendiri dalam mengaplikasikan inspirasinya tidak harus berpatokan pada satu hal, sehingga menurutnya, aplikasi warna yang digunakan bisa menggambarkan seni yang dilukis sehingga dalam Body Painting ini ia tidak menyiapkan ide secara khusus karena ide itu didapatnya langsung saat ingin melukis ditempat tersebut. “Saya tidak mempersiapkan apa-apa karena gemar melukis ya pastinya disini kita aplikasikan. Karena melukis di Kanvas dengan tubuh manusia itu sama saja perbedaannya hanya pada kulit yang lebih fl eksibel,” terang Budayana. 016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *