Belajar dari Kasus Jimbaran

posbali.id

KETIKA ribuan siswa sibuk mengisi liburan dengan mendemontrasikan kebolehannya di Pesta Kesenian Bali, apa yang dilakukan AAJA, KTS, CI (17), FA (22), RA (19), DKDA (16), Minggu (9/7) di Jl.Bypass Ngurah Rai, Jimbaran, memang beda. Yang sibuk melakukan kegiatan seni di Taman Budaya, Denpasar, dapat honor dan piagam penghargaan, sedangkan keempat pemuda tadi, harus berhubungan dengan hukum.

Dari informasi yang disiarkan media, mereka yang mengendarai sepeda motor itu terlibat adu jotos dan penusukan. Yanuar Setiawan (20) warga asal NTT meregang nyawa. Yang membuat berita itu menarik, Setiawan adalah anggota TNI, yang masih menjalani pendidikan kejuruan (dikjur) Infrantri. Yang diduga melakukan penusukan adalah DKDA, seorang siswa SMA, putra seorang anggota DPRD Bali.

Menurut berita yang tersiar, polisi menyita sebuah belati yang diduga digunakan menusuk dada kanan Yanuar. Yang juga menarik, pelaku utama, 8 Juni 2016 lalu, pernah diberitakan melanggar aturan lalu lintas. Ayahnya tak keberatan tentang penegakan hukum, tapi tak terima, kalau putranya ditelantarkan usai ditilang.

Lalu, kini, semua pihak, mau tak mau harus menyerahkan pada hukum yang berlaku. Sambil menunggu proses hukum, ada baiknya kita membicarakan masalah kenakalan remaja, sebab, kasus itu boleh dikatakan melibatkan anak remaja. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anakanak ke dewasa. Kenakalan remaja terjadi karena beberapa factor. Bisa disebabkan dari internal maupun eksternal. Faktor internal antara lain: kontrol diri yang lemah, tidak bisa membedakan tingkah laku yang dapat dan tidak dapat diterima. Faktor eksternal yakni antara lain, perceraian orangtua, perselisihan antar anggota keluarga, pendidikan yang salah, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak. Selain itu, adanya teman sebaya yang kurang baik, komunitas/ lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Jadi, kasus berdarah di Jl. Baypass Ngurah itu rupanya perlu dijadikan pelajaran yang berharga buat kita. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!