Beberapa Bedeng Di Berangus Limas Legian

posbali.id
Manfaatkan lahan tanpa izin dan salahi aturan

MANGUPURA, POS BALI – Beberapa unit bangunan bedeng di jalan Nakula Timur Legian, tepatnya di sebelah timur hotel rofa diberangus oleh Satgas Linmas kelurahan Legian. Pasalnya keberadaan bangunan tersebut membuat kawasan kumuh, selain itu usaha terkait juga di komplain oleh masyarakat. Dikarenakan usaha tersebut membakar sampah sembarangan saat malam hari dan dijadikan tempat berkumpul hingga malam hari. “Memang benar kita menertibkan beberapa bangunan bedeng di jalan Nakula Timur. Bangunannya itu apa adanya, tiangnya saja bekas steger yang berisi paku disambung-sambung, atapnya itu terpal. Ini kan membuat kawasan menjadi kurang tertata, lokasinya itu di pinggir jalan yang sering dilalui wisatawan,”ujar Kasatgas Linmas Kelurahan Legian,  AA Bagus Cahyadi, Kamis (7/2).

 

Diterangkannya, langlah penertiban tersebut juga didampingi oleh Lurah Legian dan Ketua LPM Legian. Hal itu dilakukan, karena oknum terkait cenderung membandel. Sebab sudah 2 kali diperingatkan, yang bersangkutan tetap tidak mau menertibkan diri. Oknum terkait juga mengaku membangun bedeng tersebut tanpa koordinasi dengan pemilik lahan, alias aji mumpung. “Katanya itu dilakukan spontan, karena melihat bekas bahan proyek bangunan. Ia sendiri mengaku tidak tahu siapa pemilik lahan terkait, ini kan namanya aji mumpung,”sentilnya.

 

Bangunan tersebut diketahuinya merupakan bedeng tempat berjualan makanan, dengan area 1×4 meter. Ia sendiri mengaku kurang tahu siapa pemilik lahan terkait. Namun pemilik lahan ternyata sudah memagari lahan mereka untuk tidak disalah gunakan. Sayangnya masih ada celah sekitar beberapa meter yang disisakan, celah itulah yang dimanfaatkan untuk dibangun bedeng. “Bangunan itu saja sudah mendekati trotoar, terus bagainnaa parkir pelanggannya nanti. Tentu ini berpotensi membuat pelanggaran parkir dan bisa membuat macet,”paparnya.

 

Karena itulah pihaknya memaksa pemilik bedeng, untuk membongkar warungnya. Dimana barang-barang pelaku untuk sementara disita dan diamankan di kantor Satgas Linmas Kelurahan Legian. Pemilik warung terkait juga sudah diminta untuk mengurus barang mereka ke kantor Satgas Linmas Legian. Nantinya oknum terkait akan diberikan pembinaan dan dibuatkan suratpernyataan, agar mereka tidak kembali mengulangi perbuatannya. “Tujuan kita adalah agar tidak ada pedagang liar yang memanfaatkan lahan tanpa izin. Kedepan kita akan rutin melakukan pengecekan, agar pelanggaran terkait bisa kita minimalisir,”imbuhnya.

 

Sementara Ketua LPM Legian, Ketut Sudana tidak menampik hal tersebut. Dimana tindakan tegas atau langkah penertiban itu diambil, karena yang bersangkutan membandel. Pihaknya mengaku sudah memberikan peringatan selama seminggu lebih namun hal itu sama sekali tidak digubris. “Secara aturan kan bangunan bedeng itu menyalahi aturan, jika ini dibiarkan maka akan terus menjamur. Kami tidak ingin wilayah kami terkesan kumuh, karena perbuayan orang yang mementingkan dirinya sendiri,”ujar Sudana didampingi Lurah Legian Made Madia Surya Natha.

 

Ia mengaku heran dengan ulah oknum terkait, sebab dengan beraninya pelaku mengaku kenal akrab dengan lurah, LPM dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Namun setelah dipertemukan dengan yang bersangkutan, ternyata ia sama sekali tidak mengenalinya. “Sebenarnya pengen saya sikat orang-orang begitu, dengan enaknya mengaku kenal sana kenal sini. Padahal dia melanggar, ini kan membuat nama yang bersangkutan tercoreng. Tadi sudah saya pantau lokasi terkait dan itu audah dibersihkan. Itu artinya yang bersangkutan sadar  telah melanggar, setelah kita lakukan pembinaan bersama”imbuh Sudana. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!