Baru satu jalur underpass Ngurah Rai yang telah tembus, progres mencapai 62 persen

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Pengerjaan proyek underpass Ngurah Rai sampai saat ini telah mencapai progres 62 persen. Dimana fokus penggalian lorong dari arah utara ke selatan (dibawah bundaran) telah tembus untuk satu jalur kendaraan. Saat ini pihak Satker Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar, mengaku mulai mengerjakan botton slab atau lantai underpass dan dinding underpass serta retaining wall untuk kedalaman 0-3 meter. “Alhir Mei ini kita akan mulai penataan landscape didalam bundaran dan penyelesaian pos kontrol dan lain-lain. Kita harap sebelum lebaran, frontage ini sudah bisa difungsikan dengan maksimal. Kita optimis di akhir Agustus ini underpass sudah bisa dipergunakan maksimal,”terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 11 Satker Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar, Nyoman Yasmara ditemui Kamis (17/5).

 

Kendati satu jalur pada sisi barat underpass telah tembus sejak 2 minggu yang lalu, namun untuk penembusan underpas di jalur sisi timur diakuinya akan segera menyusul. Pihaknya tidak memungkiri adanya sedikit keterlambatan, karena selama ini penanan bore pile sempat tersendat akibat persoalan pemindahan utilitas.

 

Underpass Ngurah Rai diakuinya nanti akan menjadi underpass terpanjang di Bali, dengan kedalaman 5,2 meter dan dinding yang kedap air. Underpass Ngurah Rai diakuinya akan memiliki panjang total 712 meter, dengan area tertutup top slab sepanjang 132 meter. Dimana akan ada 2 jalur kendaaraan dengan 4 lajur. “Nanti dinding underpass akan dihiasi oleh relief yang menceritakan perjuangan I Gusti Ngurah Rai,”jelasnya sembari mengakui rencana underpass tersebut sebenarnya direncanakan terealisasi pada tahun 2019, namun karena IMF di Nusa Dua akhirnya pengerjaannya dimajukan di tahun 2018.

 

Untuk di dalam bundaran, pihaknya mengaku akan mengembalikan fungsi taman sebagai eksisting. Dimana taman itu akan ditata ulang, termasuk pencahayaannya. Sementara untuk sisi barat underpass, diakuinya Pemkab Badung juga akan berencana menata sisi baratnya. Sementara untuk sisi selatan underpass, pihaknya mengaku tidak bisa menempatkan tiang lampu PJU (penerangan jalan umum), seperti di underpass Dewa Ruci. Hal tersebut terkendala dengan aturan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) sehingga pihaknya akan menempatkan lampu penerangan pada dinding underpass. “Untuk meperlancar sirkulasi udara, kita menyediakan semacam ventilasi di atas underpas nantinya, itu berjarak setiap 10 meter akan ada ventilasinya. Untuk sistem pengendali air rob atau air hujan nanti akan sama seperti di underpass Simpang Dewa Ruci,”jelasnya.

 

Sayangnya untuk kondisi taman di dalam bundaran Tuban yang sering dijadikan lokasi malam renungan suci, hal tersebut sevara otomatis akan tidak bisa dilakukan kembali. Sebab taman itu akan menjadi privat dan bukan untuk area umum. Sebab didalam taman diakui akan ada akses vital dan ventilasi, jika itu dibuka untuk umum maka pihak BPJN takut aset tersebut akan menjadi rawan. “Yang bisa masuk ke dalam itu mungkin hanya dari DKP saja. Kalau untuk akses masyarakat ke zona 3 atau menuju pura Karangasem dari seberang jalan, kita akan berikan akses krosing dengan plikan jalan dan penyeberangan jalan,”pungkasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!