Baru Diujicoba, Embung Senilai Rp4,2 Miliar Jebol

posbali.id

Kualitas Proyek Dipertanyakan

 

KARANGASEM, POS BALI ONLINE – Kualitas pengerjaan proyek Embung Untalan patut dipertanyakan. Sebab baru dalam tahap ujicoba, namun senderan embung yang terletak di Banjar Dinas Untalan, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem justru jebol. Bagian yang jebol berada di sebelah selatan embung lebih kurang sekitar 5 meter. Sehingga membuat bopeng embung yang memiliki senderan berundak setinggi 10 meter tersebut.

Kendati tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun material senderan yang jebol justru menyapu Pura Dadia Dukuh yang berada persis di bawah embung. Sehingga mengakibatkan beberapa pelinggih mengalami kerusakan. Selain itu, air yang meluap dari kelebihan air embung yang meluber hampir juga menghanyutkan 4 ekor sapi milik warga yang ditaruh sekitar 10 meter di bawah embung yang berlokasi di perbukitan tersebut.

Kepala Desa Jungutan, Wayan Wastika saat ditemui di lokasi embung Untalan, Senin (15/8) menuturkan bahwa kejadian senderan embung jebol terjadi pada Minggu, (14/8) sekitar pukul 02:00 dini hari. Disampaikan saat itu Untalan sedang dalam keadaan diguyur hujan deras. Karena senderan tidak kuat menahan derasnya air serta tekanan dari embung yang baru diujicobakan untuk diiisi air tersebut akhirnya membuat senderan ambrol. “Belum dinikmati warga sudah rusak begini, ini menandakan kualitas pengerjaan yang kurang baik,” Ungkap Wastika kesal.

Pihaknya pun mengungkapkan bahwa dari awal sudah curiga dengan pengerjaan embung yang berada di kaki lereng Gunung Agung tersebut. Sebab menurutnya senderan yang dibuat ternyata tidak memakai besi atau ceker ayam. Selain itu, lubang pembuang air juga sangat sedikit. “Saya menilai pasti kualitas proyek ini yang tidak bagus sehingga baru diujicobakan sekali sudah rusak,” Ujarnya. Wastika yang mengaku baru bulan Juni 2016 menjabat sebagai perbekel Jungutan tersebut mengaku tidak tahu masalah teknis dari proyek tersebut dan melemparkannya kepada Kepala Dusun Untalan, Komang Sudiarsa. “Kalau teknis silahkan Tanya pak Kadus saya beliau lebih tahu,” sarannya.

Komang Sudiarsa yang saat itu juga berada di lokasi longsoran embung menyampaikan bahwa embung Untalan dikerjakan pada tahun 2015. Namun selesainya sekitar bulan Mei tahun 2016 dengan total anggaran yang dihabiskan Rp.4,2 Miliar dari APBN pusat. Embung yang dibangun berukuran 20×20 Meter dengan daya tampung 20 ribu kubik air. Disampaikan bahwa sampai saat ini embung tersebut belum diserahterimakan.

Pihaknya juga menduga bakal terjadi hal yang ganjil dari pelaksanaan proyek embung tersebut. Sebab ketika dari wilayah Balai Wilayah Sungai Bali – Penida bersama Dinas PU Karangasem melakukan sosialisasi pembangunan ebung pihaknya sempat meminta agar lokasi embung dipindahkan ke tempat yang lebih datar. Sebab lokasi tempat membangun saat ini berbukit berudak dengan tekture tanah yang lembek. “Ketika kami usulakan agar lokasi dipindah ke tempat lain, apalagi di bawah embung ada pura, namun dair pihak Balai menyampaikan satu meterpun digeser lokasinya tidak boleh,” ungkap Sudiarsa.

Setelah kejadian longsoran sederan embung tersebut, Pihaknya meminta agar ada perhatian pemerintah untuk memperbaiki sehingga nantinya bisa dimanfaatkan oleh 160 KK warga Untalan. “Saya berharap agar embung ini bisa segera diperbaiki, dan kerusakan pura agar bisa mendapat ganti rugi,” ungkpanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Karangasem saat dikonfi rmasi menyampaikan bahwa Embung Untalan merupakan proyek pusat yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Bali – Penida. Pihaknya menyampaikan bahwa embung tersebut masih menjadi tanggungjawab kontraktor karena masih dalam tahap pemeliharaan. “Kami sudah laporkan kepada pihak Balai ada kerusakan, dan dari pihak Balai mengaku besok (hari ini red) akan mengecek langsung ke lokasi untuk segera meminta perbaikan,” terangnya. Pihaknya pun menyampaikan bahwa penyebab senderan embung jebol karena memang lokasi embung di tanah miring sementara senderan dibuat dari tanah urug yang labil sehingga berat dan tidak kuat menahan tekanan air yang kuat. 017

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!