BAPETEN: Semua Penggunaan Nuklir Terawasi

posbali.id
Dari kiri ke kanan: Dr. Peter Thomas, Dr. Groff Williams, dan Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto daat konferensi pers, Senin (12/2)

KUTA, POSBALI.ID – Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto menjamin penggunaan teknologi nuklir di Indonesia aman untuk pengguna, masyarakat dan lingkungan hidup. Setiap penggunaan teknologi nuklir di Indonesia diklaim berada dalam pengawasan pihaknya dari proses awal hingga menjadi limbah.

“(Teknologi) Nuklir itu aman jika ada BAPETEN. Selama ini segala hal tentang nuklir dalam pengawasan kami, misalnya, kalau di rumah sakit, jika paparan radiasi berlebih, atau orang terlalu sering diterapi, maka bisa membahayakan, sehingga perlu diawasi,” katanya saat konferensi pers serangkaian kunjungan Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission of the International Atomic Energy Agency (IAEA) di Kuta, Badung, Bali, Senin (12/2).

Ia menjelaskan, terkait dengan fungsi tersebut pihaknya pun melakukan perbaikan infrastruktur pengawasan yang berupa peraturan-peraturan terkait pengawasan tenaga nuklir dengan mengundang IAEA sebagai lembaga internasional yang konsen terhadap penggunaan nuklir di dunia.

“Melalui kunjungan IRRS-IAEA Mission ini kita ingin mendapatkaan evaluasi dan rekomendasi serta saran yang objektif terkait fungsi dan aktivitas pengawasan agar sesuai dengan standar internasional,” katanya.

Dijelaskan, IAEA-IRRS Mission sudah pernah dilakukan pada tahun 2015 dan telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang harus ditindaklanjuti BAPETEN dan di-follow up empat tahun kemudian di tahun 2019 mendatang. Pada tahun itu BAPETEN pun mendapat tiga indikator baik yang artinya melampaui standar yang ditetapkan internasional.

Dalam gelaran yang dilakukam selama empat hari itu, BAPETEN mengundang setiap stakeholder yang berperan dalam pengunaan tenaga nuklir meliputi perwakilan instansi, pemerintah daerah setempat, perwakilan rumah sakit tingkat provinsi dan kabupaten di Bali. “Dalam kesempatan ini kita hadirkan expert dari IAEA, yaitu Dr. Geoff Williams dan Dr. Peter Thomas. Keduanya dari ARPANSA-Australia. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *