Bangun Sinergi Tripartit dan Promosi Berkelanjutan

posbali.id

HERITAGE City Tour yang digagas Pemerintah Kota Denpasar dinilai program yang positif. Banyak kalangan menilai City Tour sesungguhnya menjadi tujuan kunjungan wisatawan di setiap kota di manapun di dunia. Kota Denpasar tentu juga menjadi tujuan kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan nusantara (wisman). Penataan sarana prasana telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Hanya saja, program yang diluncurkan sejak 2015 lalu itu, belum maksimal terutama dari segi promosi dan pengenalan obyek wisata.

Sesuai dengan rancangan dan berbagai kajian banyak pihak, Pemkot Denpasar memutuskan paket destinasi Denpasar Heritage City Tour adalah Pura Jagatnatha, Museum Bali, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Jaya Saba, Puri Jero Kuta Denpasar, Pura Maospahit, Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan Hotel Inna Bali serta memasukkan 2 pasar tradisional yakni Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Ini memang baru tahap awal.

Berbagai dukungan dan kritik pun muncul. Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana, SH, menyebut beberapa obyek wisata yang memiliki potensi atau daya tarik untuk dikunjungi dan sudah dikunjungi oleh wisatawan adalah Museum Bali, Puri Jro Kuta, Pasar Badung, Art Centre, Bajra Sandi dsb. Untuk mempopulerkan sebuah destinasi memerlukan kegiatan promosi yang berkelanjutan, jadi tidak cukup hanya sekali dua kali, harus dilakukan terus dengan menampilkan daya tarik yang memiliki added value.

Asita Bali sebagai asosiasi Biro Perjalanan Wisata yang beranggotakan 396 perusahaan sudah bekerja sama dengan pihak Pemkot dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota. Kerja sama ini seyogyanya berlanjut apabila perlu ada tim yang secara reguler bisa duduk bersama sehingga secara perlahan City Tour Denpasar bisa lebih menarik di jual oleh para Pengusaha Biro Perjalanan Wisata anggota Asita. Bukan hanya mengkemas, tapi mempromosikan dan menjual kepada wisatawan juga adalah Travel Agent. “Sekarang ini karena sudah ada Badan Promosi Pariwasata Daerah (BPPD) Kota Denpasar maka kerja sama itu bisa saja Tripartit yaitu Asita-BPPDDisparda,” jelas Ketut Ardana.

Ketut Ardana juga menyebut dari jajaran Asita Bali siap mendukung program tersebut. Program `City Tour` sangat bagus untuk memperkenalkan objek-objek wisata di dalam Kota Denpasar, disamping hal ini juga dapat memberikan pilihan yang lebih bervariasi terhadap objek-objek wisata, dan pihak Asita juga membutuhkan sehingga kegiatan ini sangat positif. Paket “City Tour” ini dari dulu sudah ada namun keamanan, kenyamanan dan kebersihan perlu ditingkatkan. Untuk menyukseskan paket “Heritage City Tour” tersebut meminta agar keamanan dan kenyaman wisatawan bisa terjamin. “Apabila keamanan dan kenyaman bisa dijamin oleh pemerintah setempat, maka kami yakin paket `Heritage City Tour` akan berhasil,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyarankan agar Pemkot Denpasar mengikuti pola-pola paket “City Tour” yang ada di kota-kota besar lainnya. “Karena, paket tur perkotaan yang ada diluar negeri dikemas dengan bagus. Paket “Heritage City Tour” di Denpasar sebenarnya tidak kalah dengan paket tur di luar negeri, tinggal dikemas dengan baik,” katanya.

Sementara itu Ida Bagus Oka Widiadnya, pelaku pariwisata asal Sanur sangat mendukung paket “Heritage City Tour” ini. Menurutnya program ini harus didukung karena sangat banyak manfaatnya bagi pengembangan kepariwisataan di Bali. “Konsepnya sangat bagus untuk memperkenalkan destinasi kota , hanya saja perlu kesiapan pemerintah terutama dalam sarana prasana seperti jalan, parkir dan kebersihan selain masalah keamanan,” paparnya. Semua itu harus dipersiapkan agar tidak sampai mencoreng citra city tour, seperti banjir dikala hujan.

Untuk itu Gus Oka mengharapkan pemerintah kota agar mempersiapkan secara matang, penataan obyek wisata yang masuk dalam program city tour. Konsep city tour jangan tabrak lari. Pihaknya menilai sebagai komponen pariwisata belum merasakan manfaat dari paket city tour. Terbukti, belum mendapat benefi t/ income dari program yang selama ini dibanggakan Pemkot Denpasar.  Untuk melihat fakta di lapangan, Gus Oka mengharapkan walikota mencoba paket city tour yang dirancang.

Pengelola hotel, restaurant dan property itu menyebut jangan sampai, program yang banyak menelan anggaran itu tidak berdampak bagi masyarakat secara langsung.  Pihaknya juga menyarankan agar pemerintah menjalin kerja sama dengan stakeholder pariwisata terutama kepada travel agent.  “Walikota harus mencoba langsung routenya sehingga mengetahui kenyataan di lapangan,” tegas Gus Oka yang didukung anggota DPRD Kota Denpasar, IB Ketut Kiana, SH.

Bersamaan dengan itu, keberpihakan yang sudah diterapkan Kota Denpasar, bisa dijadikan inspirasi, bagaimana sebuah kota mengelola pasar tradisionalnya dengan cerdas dan kreatif. Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, secara terencana telah menjadikan pasar tradisionalnya sebagai destinasi wisata Denpasar Heritage City Tour. Basisnya pariwisata tapi diolah secara cerdas, hingga bisa langsung menyentuh rakyat. Hal ini juga akan membangkitkan ekonomi kerakayatan yang menjadi terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. tri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!