Bandara Ngurah Rai Jadi Salah Satu Bandara Perdamaian Dunia

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali menjadi salah satu dari 18 bandara di dunia, yang dianugrahi Torch Bearer dari Sri Chinmoy Center. Hal tersebut lantaran bandara kebanggan masyarakat Bali tersebut menjadi pelopor dalam mempromosikan perdamaian dan menciptakan keharmonisan. Sri Chinmoy Center sendiri merupakan yayasan skala global, yang aktif dalam mempromosikan perdamaian dunia dan nilai-nilai humanisme melalui musik, sastra, dan seni. Adapun 17 Bandar Udara di seluruh dunia yang mendapatkan penghargaan serupa adalah Bandar Udara Jenewa Swiss, Bandar Udara Internasional Robert Gabriel Mugabe Zimbabwe, Bandar Udara Václav Havel Republik Ceko, Bandar Udara Internasional Cape Town Afrika Selatan, Bandar Udara Internasional Mactan-Cebu Filipina.

 

Co General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto menerangkan, dianugerahinya bandara Ngurah Rai tersebut dilatar belakangi faktor demografi penumpang yang paling beragam, dengan latar belakang berbagai bangsa, suku, dan ras dari seluruh dunia. Dimana setiap tahunnya Bandara Ngurah Rai menjadi gerbang masuknya jutaan wisatawan dari seluruh dunia. Disisi lain karena Bandara Ngurah Rai berdiri di atas tanah Bali dengan tradisi kebudayaan luhur yang lestari di tengah hingar bingar modernitas, Manajemen Bandar Udara senantiasa berusaha untuk menghadirkan aura Taksu kepada seluruh pengguna jasa yang singgah di Bandar Udara. “Kami merasa terhormat, pada tahun ini, Sri Chinmoy Peace-Blossom kembali memberikan apresiasi kepada manajemen atas usaha dan semangat dalam memberikan pelayanan yang bersifat imparsial kepada seluruh pengguna jasa Bandar Udara,” ujar Sigit Herdiyanto.

 

Dipaparkannya, sejak tahun 2001 Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mendapatkan kehormatan sebagai salah satu dari enam Bandar Udara di dunia yang dianggap sebagai Bandar Udara perdamaian atau peace airports. Dimana ide pokok dari Sri Chinmoy Peace Blossoms memberikan penghargaan itu adalah agar kedamaian bisa tumbuh dalam diri dan bisa menyebar ke segala arah. Bandar Udara Ngueah Rai dinilai menjadi salah satu tempat yang sangat signifikan untuk itu, karena jutaan orang datang dan pergi setiap tahunnya, dan aura Taksu langsung terasa setelah mendarat. Hal ini tak lepas dari profesionalisme, kehangatan, dan kerja sama dari Manajemen. “Semoga Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali dapat selalu menjadi pelopor dalam mempromosikan perdamaian dan menciptakan keharmonisan dalam usahanya untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa Bandar Udara,”harapnya.

 

Untuk diketahui, selain Bandar Udara. Sejumlah landmark, baik itu bangunan buatan manusia seperti jembatan, stadion olahraga, ataupun keseluruhan kota, maupun keajaiban alam seperti air terjun, gunung, danau, dan delta sungai, dikukuhkan sebagai bagian dari Sri Chinmoy Peace-Blossoms. Pengukuhan berbagai objek yang terletak di lebih dari 120 negara di dunia tersebut ke dalam Peace Blossoms dimaksudkan untuk menggaungkan gema perdamaian dan memberikan inspirasi tentang nilai-nilai harmoni kepada pengunjung yang setiap harinya lalu lalang. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!