Balquisse Heritage Hotel sampaikan permintaan maaf

posbali.id
Tak ada niatan posting loker bernada sara

MANGUPURA, POS BALI – Munculnya loker yang bernada diskriminatif dan sara yang diposting melalui website htpps://thehhrmabali.com, dengan mencantumkan nama Balquisse Heritage Hotel. Ditegaskan bukanlah secara resmi dilakukan pihak manajemen hotel, sebab hal itu dilakukan salah seorang pegawai officer yang tanpa mendapatkan persetujuan dari pihak manajemen. Dimana pihak manajemen merasa dilangkahi oleh oknum terkait, karena yang bersangkutan memposting loker bernada sara tersebut seolah semaunya semata. “Sebenarnya kami di manajemen memang menyetujui adanya loker yang diajukan pada tanggal 4 Juni kemarin, karena tidak ada unsur gesekan apapun. Tapi dia (oknum) ini merubah format yang telah disetujui itu pada tanggal 5 juni dan malah berimprovisasi dengan menambah embel-embel yang membuat tersinggung dan menyakiti umat hindu,”papar salah seorang manajemen hotel, Felly W Pangemanan ditemui Selasa (11/6).

 

Selama 15 tahun berdiri, pihaknya mengaku tidak pernah bermasalah akan perekrutan tenaga kerja tersebut. Sebab pihaknya menyadari NKRI adalah terdiri dari berbagai suku, ras dan agama dan kebhinekaan itu sangatlah indah. Selama ini pihaknya juga mengaku berkomitmen untuk ikut mengajegkan adat dan tradisi budaya di Bali. Dimana salah satu langkahnya yaitu memberdayakan masyarakat lokal, yang notabene mayoritas beragama hindu. Sebab nafas dari budaya, tradisi di Bali adalah dari masyarakat lokal yang berkesenian dan menunjung tinggi ritual dan agama yang berkonsep tri hita karana. Sehingga sungguh tidak mungkin sekali jika pihaknya ingin menyakiti mereka, apalagi mereka notabene merupakan karyawan mayoritas di hotel tersebut. “Selama ini kami tidak pernah ada kasus seperti ini, ini personality sekali. Kami sangat jengkel dan komplain akan hal ini, kami tegas langsung memecat oknum terkait. Sebab selain menyinggung dan membuat suasana tidak nyaman, yang bersangkutan juga melangkahi wewenang yang dipercayakan,”tegasnya.

 

Dari lubuk hati yang paling dalam, pihaknya mewakili manajemen hotel meminta maaf atas kejadian tersebut. Sebab disadarinya perbuatan oknum tersebut bisa menghancurkan jalinan hubungan harmonis yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Pihaknya juga menyampaikan banyak terimakasih atas perhatian, pengertian dan petunjuk yang diberikan Bendesa adat Jimbaran, Jimbaran Bersatu, Cakrawayu Bali, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara yang mengingatkan pihaknya secara langsung. Pihaknya berjanji hal tersebut tidak akan sampai terulang kembali dan menjadi kasus yang pertama dan terakhir kalinya. “Kami juga menyampaikan terimakasih kepada pihak Disnaker kabupaten Badung dan PHRI Bali sudah mengayomi kami dan mengingatkan kami untuk lebih berhati-hati dalam merekrut tenaga kerja. Saya sendiri bersama manajemen merasa sangat sedih atas insiden ini dan terus terang merasa kecolongan atas perbuatan oknum tersebut,”terangnya.

 

Diakuinya sebenarnya pihaknya sempat ingin memperpanjang kasus tersebut, jangan sampai akibat ulah oknum tersebut membuat citra hotel menjadi jelek. Namun disadarinya hal tersebut tidak akan menyelesaikan permasalahan, sehingga pihaknya memilih untuk segera menghadap kepada bendesa adat dan Jimbaran Bersatu untuk meluruskan kejadian tersebut. Bahkan hal itu sudah ditindaklanjuti dengan membuat perjanjian kesepakatan yang melibatkan Cakrawayu dan yayasan Jaringan Hindu Nusantara, sebagai komitmen ketegasan pihak hotel. “Mungkin kami juga ada kekeliruan karena langsung percaya dengan yang bersangkutan, sebab sebelumnya ia telah berkoordinasi. Tapi kita tidak tahu sehari setelah berkoordinasi ternyata loker itu diubah lagi tanpa komunikasi. Karena itu mulai hari ini saya sudah tegaskan pihak HRM tidak bisa merekrut apapun tanpa adanya persetujuan dan tandatangan dari kami di manajemen,”tukasnya.

 

Ditambahkannya, oknum terkait memang relatif baru dengan masa kerja belum genap setahun. Namun ketiadaan koordinasi menyangkut hal vital diakuinya adalah pelanggaran yang dikategorikan sangat berat dilakukan, sehingga pihaknya pun tegas dalam memberikan sanksi pemecatan. Selama ini terkait pengaturan shift diakuinya sudah berjalan dengan baik dan belum ada keberatan terkait skejul yang diberikan. Sehinggga hal itu tidak sampai mengabaikan operasional terganggu. “Mamang alasan oknum terkait adalah mensiasati shift, tapi itu tidak bisa membuat tindakannya itu dibenarkan. Ia harus tetap mengeluarkan tekhnis perekrutan karyawan secara global, jika ada pertimbangan tertentu itu harusnya diatur tekhnis secara internal,”imbuhnya.

 

Untuk diketahui, terkait kasus loker Sara dari Balquisse Heritage Hotel sebelunya telah dapat terselesaikan secara kekeluargaan. Dimana pihak Cakrawayu Bali, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara bersmaa pihak Management Hotel didampingi Oleh Bendesa Adat Jimbaran dan Jimbaran Bersatu, telah menyepakati beberapa poin yang ditandatangani bersama. Adapun poin tersebut adalah Pihak Management Hotel berjanji tidak akan mengulangi tentang hal tersebut dan menegaskan kasus tersebut merupakan kasus pertama dan terakhir kalinya. Atas Jaminan dari Desa Adat yang diwakili oleh Bendesa adat dan Jimbaran Bersatu, maka kasus tersebut tidak dilanjutkan ke Proses Hukum dengan pertimbangan jumlah karyawan yang dipekerjakan hampir 80 persen adalah orang lokal. Meminta Bendesa Jimbaran untuk mensosialisasikan, tentang tata cara perekrutan tenaga kerja dengan tidak mengesampingkan kearifan lokal sawewengkon Desa Adat Jimbaran. Pihak management memecat staff yang membuat postingan loker Rasis tersebut dengan tidak hormat. Pihak Management dan Owner memina maaf kepada seluruh Umat Hindu yang dirugikan atas loker rasis tersebut dan mencabut loker yang di posting terkait. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!