Bali kurang cocok untuk Nomadic Tourism

posbali.id
Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, yang sudah memiliki aksebilitas, amenitas dan atraksi yang bagus. Dinilai kurang cocok menerapkan nomadic tourism. Pasalnya nomadic tourism adalah suatu trend wisata terhadap permasalahan yang ada. Dalam artian ada beberapa destinasi yang tidak siap dengan pemanen aksebilitas, permanen acomodation, sehingga muncul temporary solution yang bisa ditetapkan menjadi permanen tourism. “Biasanya nomadic tourism ini sangat menarik dan digemari oleh anak muda yang suka traveling. Karena itulah kementerian pariwisata sedang menggaungan nomadic tourism. Itu untuk destinasi yang memiliki akses terbatas, seperti danau toba, labuan bajo dan destinasi di pulau-pulau tertentu,”ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu.

 

Secara pribadi ia menilai nomadic tourism kurang cocok dengan Bali, terlebih bagi Nusa Dua.  Iaenilai nomadic tourism lebih baik diterapkan kepada destinasi yang akomodasi dan infrastruktur basicnya masih minim. Sementara Bali sendiri sudah sangat well stablish, sehingga akan sangat kasian bagi hotel berbintang dan akomodasi yang lainnya jika Bali dipakai nomadic tourism. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!