Bali jadi ranking ke 2 pengguna jasa internet

posbali.id
APJII jajaki persebaran jasa internet melalui sateli

MANGUPURA, POS BALI – Bali menjadi salah satu pulau yang memiliki ranking pertama dalam penggunaan jasa internet. Dimana Bali berada di posisi kedua setelah pulau Jawa, disusul kemudian pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan baru ke wilayah Indonesia timur. “Untuk Bali kondisinya Bagus, yang agak rendah itu masih di Indonesia bagian timur. Secara umum pertumbuhan angka pengguna jasa internet di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat antara 10-15 persen.”ujar Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza ditemui Senin (7/5) disela-sela acara Munas APJII di Nusa Dua.

 

Masih kurangnya pengguna jasa internet di wilayah Indonesia timur, diakuinya disebabkan karena masih kurangnya infrastruktur yang tersedia di wilayah terkait. Selama ini hanya ada 1-2 penyelenggara jaringan internet yang berada di wilayah terkait. Hal itu tidak terlepas pula dikarenakan wilayah Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau. “Yang mahal itu adalah membangun kabel untuk membuka akses internet antar pulau. Jadi menghubungkan antar pulau ini yang berat dan menjadi kendala kita. Wilayah kita cukup luas dan populasi penduduknya kita berbeda-beda,”bebernya.

 

Sejauh ini diakuinya masih ada sekitar 40 persen wilayah di Indonesia, yang belum terjamah internet secara maksimal. Untuk menyiasati kendala terkait, pihaknya akan mencoba membangun kerjasama dengan satelit, untuk menjamah daerah tertinggal internet. Kendati sinyalnya kecil, namun paling tidak penetrasi internet bisa masuk ke wilayah pelosok. Hal tersebut dinilainya adalah suatu upaya yang mungkin silakukan, dibandingkan pibaknya mengandalkan jaringan yang mau masuk ke wilayah terpencil. “Upaya membangun jaringan ke daerah-daerah itu perlu disebar, bukan hanya terfokus ke satu tempat saja. Karena itulah anggota kami kita dorong agar bisa melakukan pengembangan ke wilayahnya yang belum terjamah,”tegasnya.

 

Kendati jaringan internet di Indonesia saat ini belum menjamah 100 persen wilayah Indonesia, namun kedspan diyakininya hal tersebut akan tercapai seiring perkembangan wilayah dan pertumbuhan internet setiap tahunnya. Yang menurutnya perlu diatensi dan cukup berat dihadapi justru adalah bagaimana menghadapi OTT (konten) luar yang masuk ke Indonesia. Dimana infrastuktur yang berkembang harus diimbangi perkembangan konten lokal yang terus bertumbuh. “Konten internasional itu misalnya Face book, google, instagram dan sebagainya. Mereka mengambil keuntungan di Indonesia yang besar, tanpa membayar pajak,”sebutnya.

 

Karena itulah ia menilai kedepan konten lokal seperti gojek, e-commerce, buka lapak ini perlu didorong untuk semakin bertumbuh. Apalagi E-comerce saat ini sedang tinggi trafficnya dan cukup besar penggunanya, karena konten itu yang sekarang ini banyak dipergunakan masyarakat untuk belanja online. “Ini PR kita bersama, bagaimana menumbuhkan konten lokal. Traffic kedepan kita tidak mau selalu ke konten internasional semata, tapi bagaimana mempertinggi traffic lokal di Indonesia,”imbuhnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!