Bali berpotensi jadi tuan rumah IMF terbesar sepanjang sejarah

posbali.id
Presiden Jokowi dipastikan resmikan proyek terkait IMF tanggal 22 September ini

MANGUPURA, POS BALI – Setelah dilakukan upacara pamelaspasan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), Rabu (8/8) yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Karitiman, Luhut Binsar Panjaitan bersama dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Presiden PT Garuda Adhi Matra member of Alam Sutera Group, Sang Nyoman Suwisma, Manajemen PT Alam Sutera serta undangan lainnya. Patung yang menghabiskan dana hampir Rp 1,5 triliun, dengan luasan kawasan 60 hektar tersebut dipatiman akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 September 2018. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Karitiman, Luhut Binsar Panjaitan. “Sebelum kesini (GWK), saya sudah menghadap kepada Bapak Presiden. Beliau bersedia untuk meresmikan GWK pada tanggal 22 September ini, tiga minggu sebelum pelaksanaan annual meeting IMF World Bank 2018 di Nusa Dua,”ujar Luhut.

 

Selain GWK, beberapa proyek terkait penyelenggaraan IMF ditegaskannya akan rampung bulan September ini. Yaitu pelebaaran apron bandara Ngurah Rai, untuk tahap pertama seluas 5 hektar dan itu bisa menambah kapasitas penumpang sebanyak 1,5 juta wisatawan. Proyek TPA Suwung, yang akan tender kelistrikan bulan depan, Underpass simpang Tugu Ngurah Rai yang harusnya sudah bulan depan, termasuk juga pembangunan Cruise terminal di pelabuhan Benoa yang akan rampung pada bulan September ini. “Untuk GWK, progresnya sudah hampir 99 persen. Tinggal dipoles dan landscapenya diluar yang dipercantik, sebulan ini sudah selesai-lah. Jadi pas diresmikan nanti ini akan nyaris sempurna,”sebutnya.

 

Dampak musibah gempa yang terjadi belum lama ini di Lombok, diakuinya memang berdampak terhadap Bali. Namun hal itu tidak berpengaruh terhadap situasi dan perhelatan IMF dan tidak ada kaitannya dengan kondisi gunung agung. Senin atau Selasa ini, pihaknya mengaku akan menulis surat kepada pada IMF World Bank terkait dampak gempa terhadap persiapan penyelenggaran IMF. “Semuanya tidak ada masalah dan perlu yang dikhawatirkan, setelah kita tinjau baik hotel dan sebagainya itu tidak ada masalah. Kita tetap berharap yang terbaik. Sejauh ini para peserta IMF juga tidak ada kekhawatiran untuk itu, bahkan IMF World Bank sejak tahun 1946, di Bali ini mungkin menjadi yang terbesar karena kemungkinan lebih dari 15 ribu orang yang akan hadir nanti,”pungkasnya.

 

Sementara Kepala Task Force Pelaksana IMF & World Bank Annual meeting, Peter Jacobs menerangkan persiapan serangkaian IMF sudah rampung 85 persen, tinggal 15 persen sisanya adalah implementasi seperti furniture dan kelengkapan sebagainya. Namun dari segi konsep, drafting dan kesepakatan-kesepakatan itu sudah selesai semuanya. Begitupula dengan transportasinya, nantinya mobil yang akan boleh masuk kekawasan perhelatan IMF akan dibatasi. Dimana untuk masuk ke kawasan nantinya akan ada stiker yang terpasang pada mobil tertentu. Jika ada masyarakat umum yang hendak masuk, mereka dipersilahkan menggunakan shuttle yang disediakan panitia. Namun semua yang akan masuk itu harus ada tanda pengenal kawasan masing-masing. Sebab area nantinya akan menjadi terbatas, sebab banyak kepala negara yang akan hadir.

 

Untuk ke GWK sendiri, nantinya akan ada sekitar 4000 peseerta IMF yang akan datang untuk bersantap malam pada tanggal 12 Oktober. Dimana lottus pond GWK akan menjadi tempat untuk invitation, area depan akan menjadi tempat makan malam dengan back ground patung GWK. Peserta IMF nantinya akan disuguhkan jamuan makan malam, pertunjukan seni dan pengenalan budaya. “Nantinya jamuan makan malam ini dibalut dalam Host Country Reception oleh Presiden dan para menteri. Ini akan menjadi memorable moment bagi peserta, karena mereka akan dijamu dengan background patung GWK,”sebutnya.

 

Kendati menjamu peserta IMF, kawasan GWK diakuinya akan tetap dibuka untuk wisatawan. Sebab jamuan makan malam tersebut akan di helat pada tanggal 12 Oktober. Selama jamuan tersebut peserta akan bebas berkunjung ke GWK, namun jika peserta berkunjung diluar dari jadwal yang ditentukan maka hal itu akan berlaku kunjungan seperti biasanya (bayar). “Saat ini GWK sudah rampung dalam arti tampilan luar, tapi tampilan dalamnya masih perlu dipoles dan disempurnakan. Nanti rencananya didalam akan ada tempat untuk melihat view dan meeting,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!