Badung Diusulkan Beli Pesawat

Jika Airline Tak Mampu Mengakomodasi

 

MANGUPURA, POS BALI ONLINE – Guna memaksimalkan promosi yang gencar dilakukan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, Pemkab Badung diusulkan membeli pesawat terbang. Hal tersebut dikarenakan pihak airline, sejauh ini belum mampu menyokong direcrlt fl ight ke sejumlah negara potensial. Sehingga, tanpa dukungan airline upaya promosi akan sulit mencapai target yang diinginkan.

“Sejumlah negara yang kita datangi menginginkan jumlah direct fl ight-nya ditambah. Mereka sangat meminati Badung khususnya dengan keanekaragaman potensi yang ada. Selama ini, kebijakan bebas visa sudah mengakomodasi wisatawan untuk bepergian ke Bali,tapi masalahnya masih padadirect fl ight yang minim,»terang kepala BPPD Badung, IGN Rai Suryawijaya ditemui belum lama ini.

Pihaknya mengaku sedikit heran kenapa maskapai negara Indonesia, yaitu Garuda Indonesia seolah belum mampu mengakomodasi hal tersebut. Padahal hal itu sudah lebih dulu diisi oleh maskapai Batik Air, Air Asia dan Escue. Apalagi passenger load factor (faktor muat penumpang) negara tersebut cukup penuh terisi. Penerbangan langsung ke sejumlah negara, diakuinya, sangat potensial dilakukan, seperti ke India yang memakan waktu tujuh jam, dan Jepang enam jam perjalanan, serta negara lainnya.

Dia meminta pemerintah pusat harus memberikan demandke mana wisatawan itu ingin turun, sehingga waktu mereka tidak akan habis transit ketika hendak ke Bali. “Penerbangan langsung ini sangat diperlukan dalam membawa wisatawan dari negara asalnya. Garuda kita minta agar bisa direct fl ight, tapi kendalanya katanya regulasi di pusat,”sebutnya.

Pihaknya bersama stakeholder lainnya mengaku sudah menyurati Kementerian terkait itu, sekarang tergantung dari Kementerian BUMN apakah mau terbang langsung ke negara tujuan pangsa pasar serta mengubah regulasinya terkait transit. Jika hal itu tidak mampu dilakukan, pihaknya mengusulkan agar Badung bisa mengadakan pesawat, yang nantinya bisa menyasar negara yang potensial pangsa pasarnya.

“Kalau punya duit Rp 10 triliun dari PAD tiap tahunnya, tentunya itu bisa disisihkan untuk membeli pesawat. Kenapa kita tidak punya pesawat langsung, dengan nama maskapai Badung Paradise mungkin. Saya rasa penyisihan itu sangat mungkin, melihat Badung sangat tergantung dari pariwisata, dan sudah selayaknya dilakukan,” sarannya.

Sementara Kadisparda Badung, Made Badra menerangkan, semakin banyak direct fl ight maka akan semakin bagus bagi Bali. Selama ini peningkatan junlah kunjungan ke Bali berbanding lurus dengan semakin banyaknya direct fl ight dan slot time beberapa maskapai. Hal tersebut tidak lepas dari upaya promosi yang dilakukan secara langsung, untuk meminta pihak terkait bisa melakukan direct fl ight. “Kita masih mensinergikan agardirect fl ight ini lebih banyak lagi menyasar ke negara-negara potensial yang kita lakukan promosi,” sebutnya. 023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *