Aya & Laras BTMDG Semangati Para Pengungsi dengan Lagu “Hanya Sementara”

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Hampir sebulan lebih warga Karangasem mengungsi diberbagai kabupaten/kota di Bali. Status Awas Gunung Agung membuat mereka putus asa. Kehidupan ekonomi yang memburuk dan harus meninggalkan tempat tinggal menjadi beban tersendiri. Pesimitis dan putus asa sudah bisa dipastikan menyelimuti pikiran

Kesediharan tersebut juga dirasakan oleh Duo Musikus Muda, Aya dan Laras. Setelah sempat melakukan kunjungan ke pengungsi memberikan bantuan beberapa waktu lalu, putri dari musisi Heny Janawati tersebut tak tinggal diam. Uluran tangan kepada para pengungsi dirasa tak cukup. Perlu motivasi yang menyemangati warga yang kini harus berdesak-desakan tinggal di pengungsian yang entah sampai kapan mereka disana.

Kondisi itu pun mendorong Aya dan Laras menciptakan lagu secara spontan yang didedikasikan untuk para pengungsi Gunung Agung yang berjudul “Hanya Sementara.” Lagu yang berdurasi hampir 4 menit ini bertujuan tak semata menghibur maupun memotivasi para pengungsi tapi memaknai sebuah bencana bukan sebagai petaka. “Tapi merupakan berkah yang tertuda, karena setelah bencana tanah akan menjadi subur dan Tuhan memiliki rencana lain,” kata I Ketut Suarma, selaku ayah sekaligus Manajer Aya dan Laras BTMDG, MInggu (29/10) menjelaskan manka di balik lagu “Hanya Sementara” itu.

Lagu tersebut, kata dia juga merefleksikan agar para pengungsi tidak merenungi nasib selama menjadi pengungsi dan menantap masa depan di tengah bencana dengan sikap optimis. Disamping itu juga memberi semangat, agar para pengungsi tidak larut dalam kesedihan.

Pria asal Nusa Pendia ini juga menambahkan, proses kreatif dan penciptaan lagu hingga penggarapan video klip lagu “Hanya Sementara” terbilang amat singkat. Setelah datang dari pengungsian, kata Suarma, Laras mulai menulis lirik lagu kemudian selanjutnya dibuatkan melodi. Proses ini hanya memakan waktu 3 jam. Setelah itu Aya sendiri yang mengeksekusi arrangement lagu sampai selesai. “Proses arrangement hanya sampai tengah malam oleh Aya,”tambahnya yang pernah lama tinggal di Kanada bersama kedua putri dan istrinya tersebut.
Kemudian proses rekaman hanya berlangsung selama 3 jam yang dibantu oleh rekan-rekannya sebagai backing vocal hingga proses rekaman selesai. Sementara proses video klip hanya memakan waktu sehari.

Bagi masyarakat yang berminat dan menikmati karya Aya dan laras bisa mengaksesnya di channel YouTube ://bit.ly/2ycm8kG. “Semoga bermanfaat,” tutup Suarma. 008

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *