AWAS! Uang Palsu Beredar di Bali

posbali.id

Sindikat Pengedar Upal Diamankan Polsek Gilimanuk

JEMBRANA, POS BALI – Jajaran Polsek Kwasan Luat Gilimanuk yang melakukan pemeriksaan di pos II atau pintu masuk Bali berhasil mengungkap jaringan pengedar uang palsu (Upal) asal Jember, Jawa Timur yang hendak beroprasi di wilayah Bali. Dalam pengungkapan sindikat pengedar uang palsu tersebut petugas meringkus sebanyak tiga tersangka di lokasi dan waktu yang berbeda. ketiga tersangka tersebut  yakni, Muhamad Halili, 26 asal Dusun Sumber Kokap, Desa Randu Agung, Kecamatan Sumber Jambe, Faroib,24 asal Dusun Kerajan, Desa Taman Sari, Kecamatan Temporejo dan Sumadi,46 asaL Desa Wonosari, Kecamatan Temporejo, Kecamatan Jember. Dari ketiga tersangka tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti puluhan lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu.

Kapolres Jembrana  AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk I Komang Muliyadi Rabu (18/4) mengatakan, pengungkapan jaringan pengedar uang palsu tersebut berawal dari Jajaran Polsek Kawasan Gilimanuk yang menerima laporan adanya pengedar uang palsu dari Jawa ke Bali melalui pelabuhan Gilimanuk. Berbekalinformasi tersebut, alhasil pada senin (16/4) sekitar pukul 21.16 wita petugas melakukan pemeriksaan terhadapMuhammad Halili yang hendak masuk Bali dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol DK 2954 AAL.

“Saat melakukan pemeriksan baik barang maupun kelengkapan sepeda motor pelaku. Didalam tas pinggangnya  ditemukan berupa uang pecahan Rp50.000 sebanyak 46 lembar atau totalnnya Rp2.300.000. Karena curiga terhadap temuan tersebut merupakan uang palsu. Sehingga dipastikan dengan sinar UV dan benar uang tersebut palsu. Sehingga tersangka ini diamankan untuk proses lebih lanjut,” katanya

Lebih lanjut, Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, dari ketarangan Muhammad Halili, uang palsu pecahan Rp50 ribu tersebut didapatnya dari tersangka Faroib di Mayangam Jember. Bahkan, untuk mendapatkan uang tersebut, tersangka Muhammad Halili awalnya diiming-imingi oleh Faroib yang mengaku bisa menggandakan uang hingga 150 persen pada Minggu (14/4) lalu. Dengan iming-iming tersebut, sehingga Muhammad Halili  mau dan menyerahkan uang Rp1 juta dengan harapan mendapatkan uang Rp2,5 juta. Tidak berselang lama, uang yang dijanjikan oleh Faroib tersebut sudah diberikan ke Muhammad Halili namun uang tersebut dipotong Rp200 ribu. Sehingga Muhammad Halili hanya menerima Rp2,3 juta.

“Uang inilah dibawa oleh tersangka Muhammad Halili masuk ke Bali untuk dibelanjakan. Padahal saat menerima uang tersebutr, Muhammad Halili sudah curiga curiga dengan kondisi fisik uang yang diterimanya dari hasil penggandaan itu. Namun diyakinkan Faroib kembali meyakinkan uang tersebut uang asli,” jelasnya

Dengan berbekal keterangan tersangka, Muhammad Halili tersebut akhirnya anggotanya langsung melakukan pengejaran dan berhasil membekuk Faroib di Warung Kopi tepanya depan Terminal Kargo Gilimanuk. Kemudian jaringan penegdar uang palsu ini kembali dikembangkan dan Polisi kembali berhasil mengamankan pemasok uang palsu tersebut yakni saudara Sumadi.  “Tersangka  Sumadi ini diamankan di rumahnya di Jember. Dari tangan Sumadi juga diamankan uang pecahan Rp 50 ribuan palsu sebanyak 21 lembar. Uang tersebut ditemukan petugas tersimpan dibawah tumpukan pakaian diatas meja dalam kamar,” tuturnya

Selain mengamankan ketiga tersangka dan puluhan lkembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu tersebut, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, tas pinggang dan Handphone. Untuk mempertranggungjawabkan perbuatanya. Tersangka Muhammad Halili disangka melanggar pasal 36 ayat (2) UU  RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. Sedangkan tersangka Faroib disangkakan melanggar pasal 36 ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar. Sementara tersangka pemasok upal, Sumadi disangkakan melanggar pasal 36 ayat (2) dan (3) UU  RI Nomor 7 Tahun 2011 dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!