ATM Dibobol, Anggota Dewan Lobar Merugi Rp75 Juta

posbali.id

LOBAR, POS BALI ONLINE – Nasib apes dialami Romi Rahman, salah seorang anggota DPRD Lobar. Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank NTB miliknya dibobol oknum tak bertanggungjawab. Akibatnya, kader Partai Gerindra itu merugi hingga Rp75 juta.

Kronologis kejadiannya, pada 28 Juli lalu, istrinya rencana mengambil uang di ATM Bank NTB yang ada di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram senilai Rp800 ribu. Namun malang, setelah kartu ATM dimasukkan ke mesin, kartu ATM itu justru tidak bisa keluar atau terjepit di dalam mesin. “Dan memang mesin ATM itu sudah mulai menghitung, tapi ternyata uang itu tidak bisa keluar, dan kartu ATM itu juga tidak bisa keluar. Karena kartu ATM tidak bisa keluar, istri saya panik, dan menghubungi nomor call centre yang ada di depan monitor ATM tersebut,” jelasnya kepada sejumlah wartawan Kamis (9/11/2017).

Dia melanjutkan, awalnya tidak ada kecurigaan dari istrinya kalau nomor call centre itu palsu, dan dengan polos menyebutkan nomor rekening dan sebagainya. Karena merasa aman dan berpikir bahwa ATM itu sudah terblokir. Pada 31 Juli 2017, Romi pun ke Bank NTB di Kantor Cabang Gerung dan membuat ATM baru, namun betapa kagetnya dia ketika di cek ternyata sudah banyak terjadi transaksi dan uang di rekeningnya hanya tersisa Rp2 juta. “Karena merasa curiga bahwa isi ATM itu diambil orang lain, kami akhirnya membuat pengaduan secara tertulis dengan kronologis yang ada,” tambahnya.

Yang jelas, lanjut politisi Gerindra itu, dengan hilangnya uang di rekeningnya itu dia pun mengkritisi ketidak bertanggungjawaban pihak Bank NTB. Hal itu terlihat dengan beberapa hal yakni tidak terpantaunya kejadian yang terjadi di mesin ATM tersebut, misalnya kartu ATM itu bisa terjepit, adanya call centre palsu di depan monitor padahal ada CCTV. “Persoalannya kemudian, dalam kurun waktu 3 bulan itu, pihak Bank NTB tidak melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Saya pernah sampaikan ke mereka akan melapor ke polisi, tapi pihak Bank melarang (Lapor polisi), dan meminta kami menunggu hasil investigasi selama 75 hari dari tim investigator Bank NTB pusat. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” paparnya lagi.

Tak berhenti sampai disitu, anggota DPRD Lobar dua periode itu juga menceritakan bahwa awalnya pihak Bank NTB sudah mengatakan akan mengganti hilangnya uang tersebut asalkan tidak ada keterlibatan dan unsur kesengajaan. “Dan itu kita aminkan, kalau soal unsure kesengajaan atau keterlibatan, itu otomatis kita yang akan masuk pidana. Yang jelas, waktu itu ada namanya H. Adi selaku wakil pimpinan Cabang KC Gerung sempat mengatakan uang itu akan diganti dengan syarat tidak ada keterlibatn dan unsure kesengajaan,” sambungnya.

Romi juga mengatakan, ketika proses investigasi yang dilakukan pihak Bank NTB berjalan, dirinya pernah menghubungi pihak Bank tentang kejelasan masalah itu. Disatu sisi, lanjutnya, sudah jelas bahwa ada orang yang mengambil uang tersebut dan sudah dilihat di CCTV walaupun pakai helm. Kemudian ada juga rekening Koran yang diambil oleh tim investigator Bank tersebut. ”Artinya, jelas kemana arah transfer itu. Persoalannya adalah, orang yang mengambil uang itu ditahu, dan rekening tujuan transfer itu diketahui pula, lalu kenapa tidak ada laporan ke polisi, malah disimpan dokumen itu sampai sekarang,” ujarnya keheranan.

Dengan kondisi itu, dia menduga bahwa ada unsur pembiaran yang dilakukan pihak Bank, karena tidak ada niat melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti. Dan terakhir, kata dia, laporan secara tertulis yang pernah dia ajukan ke Bank NTB justru hanya dijawab secara lisan dengan mengatakan bahwa hilangnya uang tersebut tidak bisa diganti tanpa alasan yang jelas. “Alasannya karena menunggu dari pihak Bank NTB pusat di Jalan Pejanggik Mataram. Bank NTB ini kan lembaga, semestinya tidak dijawab secara lisan. Dan keluarlah jawaban dari Bank NTB secara resmi ini,” katanya sembari menunjukkan surat balasan dari pihak Bank NTB KC Gerung.

Terakhir, Romi Rahman berencana melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke pihak kepolisian. Setidaknya, kata dia, apa yang dialaminya itu ditindaklanjuti. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *