Aspal Curah Cemari Laut Labuhan Carik

posbali.id

Taufikurahman

PROSES distribusi aspal dari kapal menuju penampung di Labuhan Carik, Kecamatan Bayan menyisakan limbah. Pemerhati Kesehatan mengkhawatirkan, limbah aspal yang tidak terurus dengan baik akan mencemari ekosistem laut kawasan tersebut.

Direktur Yayasan Endri’s Foundation (EF) Lombok Utara, Adam Tarpi’in yang konfirmasi wartawan Senin (22/5) meminta agar Pemda KLU bersikap tegas terhadap pengelolaan lingkungan oleh perusahaan penyalur aspal tersebut. Sebab aktivitas perusahaan aspal menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan sekitar.

“Kami tak menuduh tapi kami sangat khawatir akan berdampak pada lingkungan. Karena sekarang sudah ada tetesan dan rembesan aspal yang keluar dari ujung pipa yang menjulur ke laut yang dikaitkan (tempel) di dermaga/ jembatan pelabuhan,” demikian Adam.

Menyikapi itu, Kepala Bidang LH pada Dinas LH Perumahan dan Kawasan Permukiman, Drs. Rusdianto, sebelumnya mengakui sudah turun ke Labuhan Carik memantau situasi. Dibenarkan bahwa pipa distribusi aspal mengarah ke dermaga dikarenakan proses pengisian aspal dari kapal menuju depo penampungan. Setelah pengisian selesai, Pemrakarsa kemudian membersihkan pipa. Pada proses inilah petugas teknis melakukan kelalaian. Bahwa, sisa aspal yang ada di pipa dibersihkan dengan cara ditampung pada drum.

“Menurut penjelasan perusahaan, sisa aspal kurang lebih antara 50 sampai 100 kg, diasumsikan cukup ditampung 1 drum. Cuma waktu dibersihkan, ternyata drum tidak muat dan menyebabkan aspal meluber dan tercecer sampai satu meter dari pipa,” kata Rusdianto.

Kepada pihak pemrakarsa yakni PT. Bumi Sarana Utama berasal dari Makasar, diminta untuk langsung membersihkan sisa-sisa aspal yang tercecer. Pihaknya juga mempertegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. “Perusahaan memang baru beroperasi, distribusi aspal baru dilakukan dua kali. Aspal yang ditampung belum didistribusikan ke pembeli tetapi masih ada di Depo,” pungkasnya.

Terpisah, GM Regional II Terminal Aspal Curah PT Bumi Sarana Utama cabang NTB, Lukman Mansur membantah ceceran aspal yang menetes ke laut akan mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan. Pasalnya, aspal curah tidak seperti rembesan oli ketika mengalami kebocoran karena ketika aspal tercecer secara otomatis akan mengalami pembekuan. “Aspal curah ini jika dibawah 30 derajat pasti akan membeku. Sehingga tidak mencemari lingkungan,” terang Mansur usai meresmikan terminal aspal curah di Labuhan carik.

Diceritakannya, pernah kejadian juga dimana ada satu kapal yang mengangkut aspal curah tenggelam di laut Jawa. Setelah itu langsung di uji dan hasilnya, aspal curah yang tenggelam tidak sama sekali mencemari laut. “Kita bisa pastikan, apa yang disangkakan itu tidak akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar,”tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!