Ari Wangsa Bagikan Trik dan Tektik Hingga Kode Etik Fotografi

posbali.id
POS BALI/ERI
Dr. I Gusti Lanang Ari Wangsa

 

KUTA, POS BALI – Perkembangan era digital turut mendukung perkembangan dunia fotografi. Dengan adanya smartphone dan media lainnya, setiap orang bisa menjadi seorang fotografer untuk mengabadikan aktivitas tertentu. Mereka juga dengan mudah membagikan pengalaman tersebut dalam sejumlah media sosial yang kini menjamur di dunia maya.

Di tengah popularitas tersebut, ternyata seorang fotografer profesional memiliki sejumlah trik dasar untuk bisa menghasilkan gambar yang baik. Selain itu, dalam dunia fotografi juga terdapat kode etik yang harus dipegang teguh oleh seorang fotografer. Dalam perbincangan POS BALI dengan Dr. I Gusti Lanang Ari Wangsa, beberapa waktu lalu, fotografer profesional itu bersedia berbagi trik, teknik, dan kode etik seorang fotografer.

Pria yang juga dosen di sejumlah perguruan tinggi ini menegaskan, dunia fotografi adalah suatu aktivitas seni. Sebagai seorang pekerja seni, seorang fotografer bebas mengekspresikan diri dalam mengambil gambar, namun harus tetap mengikuti rambu-rambu etika (kode etik) fotografi.

“Seorang fotografer professional murni bekerja untuk seni, bukan semata-mata mengeksplor objek dengan kurang pas. Misalnya, jika latar foto ada di kolam atau laut, maka wajar para model mengenakan pakaian berenang, begitu juga dengan situasi lainnya,” katanya.

Selain menyesuakan penggambaran objek dengan suasana dan latar, seorang fotografer professional juga tidak diperbolehkan mengambil gambar dan menyebarluaskan gambar yang mengarah pada sadisme (misalnya pembunuhan berdarah), minuman alkohol, rokok, dan lain sebagainya, terkecuali untuk kepentingan tertentu. “Jika bukan seorang fotografer, sharinggambar-gambar semacam itu sah-sah saja dilakukan karena bersifat sangat pribadi. Kita sendiri tidak bisa melarang hal tersebut, terlebih di era digital yang sangat bebas seperti saat ini, namun sekali lagi itu sifatnya sangat pribadi,” tegasnya.

Sementara berkaitan dengan trik foografi, Ari Wangsa mengatakan bahwa point of interest (venue) dan nilai yang ingin disampaikan dalam sebuah foto merupakan hal medasar yang membedakan nilai suatu foto dengan yang lainnya. Untuk menghasilkan gambar yang baik dibutuhkan ketepatan dalam pencahayaan. Foto tidak boleh terlalu kelebihan cahaya atau malah kekurangan cahaya.

“Komposisi foto juga harus bagus. Apakah objek utama ditempatkan di tengah, di samping kiri, atau di samping kanan. Apa komposisinya diambil secara tegak tegak, miring, atau landscape. Selain itu fokus juga harus bagus, sehingga gambarnya bisa jernih dan terang. Sementara itu, objek (model) pada dasarya hanya pemanis,” jelasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!