AP I Ngurah Rai didesak segera lakukan sosialisasi, tak mau Kuta jadi kenangan

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Perluasan apron sisi barat di bandar udara I Gusti Ngurah Rai ternyata membuat masyarakat Kuta bertanya-tanya. Pasalnya proyek yang dibuat dengan cara mereklamasi laut tersebut dicurigai sudah mulai menunjukan aktifitas, dimana alat berat terlihat dilokasi terkait. Sementara sosialisasi terkait proyek tersebut sama sekali belum diketahui masyarakat. Karena itulah pihak Angkasa Pura I Ngurah Rai diminta segera memaparkan kajian tersebut, sehingga masyarakat tidak menjadi berprasangka buruk dan memperkeruh suasana. “Kami hanya tau dari pemberitaan media masa, tapi sosialisasi langsung ini belum pernah kami ketahui seperti apa. Mengacu pada kegiatan yang berasal dari top-bottom yang sering mendapatkan penolakan. Seharusnya sebagai perusahaan BUMN yang sudah go publik, mereka harus gencar melakukan sosialisasi. Hal ini sangat pwbting bagi Desa pendamping, karena menyangkut dampak yang akan diterima oleh desa pendamping akan proyek tersebut,”ujar Ketua Forum Pemerhati Kuta Lestari (FPKL), Nyoman Graha Wicaksana, Selasa (13/3).

 

Pihaknya menilai seyogyanya PT Angkasa Pura I Ngurah Rai menerapkan azas keterbukaan publik dan partisipasi publik dalam melakukan segala kegiatannya. Sebab masyarakat sangat ingin tahu kajian akan proyek tersebut, tentunya hal itu harus didengarkan karena kegiatan itu juga membawa dampak negatif bagi desa penyanding. Jangan sampai proyek tersebut nantinya membuat masyarakat bergejolak. Sebab masalah reklamasi diakuinya memanng sangat sensitif bagi warga Kuta, sehingga harus disosialisasikan lebih awal dengan baik dan benar. Jangan malah cenderung terlihat sembunyi-sembunyi, sehingga masyarakat berprasangka proyek tersebut jalan diam-diam dahulu, setelah itu baru disosialisasikan. “Harusnya ini sudah di sosialisasikan, apalagi waktu pelaksanaan IMF ini sudah dekat. Yang kita takutkan, pembangunan ini malah menghancurkan obyek wisata yang ada saat ini. Bagaimana dampak abrasi? Sejauh mana ini akan diperluas? Jika pembangunannya terlalu menjorok ke sisi barat, disana ada loloan, ada karang tengah tempat ngaturang ‘pakelem’, ombak kuta reef, ombak kul-kul dan ombak karang tengah yang menjadi daya tarik surfer. Tolong ini dipikirkan juga,”tegasnya.

 

Pihaknya takut jika pembangunan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan kondisi sekitar, hal tersebut akan membuat Kuta tidak akan mempunyai daya tarik lagi bagi wisatawan. Lantas kalau Kuta sudah tidak menarik, buat apa wisatawan datang lagi. Sebab wisatawan datang bukan karena kemegahan bandara, tapi karena obyek wisata yang menarik. Sehingga buat apa ada reklamasi, jika ternyata justru akan mengancan obyek wisata yang ada dan ausha terbukti mendatangkan banyak wisatawan. “Jangan gunakan pariwisata sebagai alasan untuk kepentingan komersil mereka. Untuk apa ada reklamasi, jika sifatnya menghancurkan obyek yang sudah ada. Kami tidak mau Kuta kedepan hanya jadi kenangan, kalau memang pihak bandara membutuhkan ruang yang lebih luas maka kurangi saja area komersialnya. Toh itu kebanyakan bukan diisi oleh para pedagang lokal,”pungkasnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, General Manager PT Angkasa Pura I  Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengaku akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat penyanding. Dimana yang akan dipaparkannya adalah terkait kajian arus laut, yang diakuinya telah dikantonginya. Namun reklamasi tersebut diakuinya tidak menyentuh area total yang direncanakan, sebab hal tersebut masih berproses perizinannya di Kementerian Kelautan dan Lingkungan Hidup. Reklamasi yang paling memungkinkan dilakukan adalah seluas 1,5 hektar, sesuai dengan izinn Amdal yang telah dikantongi pada tahun 2011 silam. Rencananya itu akan kita laksanakan secepatnya, sebelum tanggal 22 Maret nanti.  Kita sudah ajukan diri untuk sosialisasi, tapi belum ada jawaban. Jadi kemungkinan itu akan dilakukan setelah Nyepi dengan lingkup undangan yang lebih luas,”terangnya sembari menerangkan pemenang tender yang akan mereklamasi 1,5 hektar tersebut adalah PT PP (Persero). 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “AP I Ngurah Rai didesak segera lakukan sosialisasi, tak mau Kuta jadi kenangan

  • 08/11/2018 pada 4:15 AM
    Permalink

    Players were left wringing their shirts in the tunnel before the referee allowed them to return to the field moments later. Michael O’Neill’s side had taken a lead in the game through Gareth McAuley. ‘Shambles’: Footballers and fans react after Northern Ireland’s game against Ukraine is delayed due to massive hail stones

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!