AP I didukung kenakan sanksi tegas kepada mitra usaha ‘nakal’

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Munculnya booth meeting point Kophrindo-Grab di area kedatangan domestik ternyata membuat taksi eksisting, yang merupakan mitra dari bandara Ngurah Rai menjadi gusar. Untuk menenangkan kondisi tersebut, pihak Angkasa Pura I Ngurah Rai ternyata telah mengumpulkan seluruh mitra usahanya tersebut Kamis (12/4).

 

https://www.posbali.id/jengah-merasa-dikibuli-ap-i-layangkan-sp-ke-korphrindo/

 

Ketua Koperasi Transportasi Sapta Pesona, Ketut Sukarta dikonfirmasi Kamis (12/4), membenarkan hal tersebut. Dimana pihak Angkasa Pura mengaku meminta maaf atas munculnya konter Grab tersebut. Sebab munculnya konter tersebut tanpa seijin dari PT Angkasa Pura I sendiri, selaku pengelola Bandara Ngurah Rai. “Dari perjanjian mereka Kophrindo kan hanya boleh menjual produk sesuai kontrak, bukannya malah menggandeng pihak ketiga, yang notabene menjual jasa transportasi (Grab). Tentu itu sudah sangat melenceng,”sentilnya.

 

Pihaknya mendukung adanya pelayangan SP yang akan dilayangkan pihak Angkasa Pura I tersebut, dimana pihak Angkasa Pura juga meminta Korphrindo segera mengklarifikasi berita di sejumlah media masa menyangkut berita terkait, dengan batas waktu 2 hari. Begitupula terkait peeubahan konter Kophrindo yang harus menghapus nama Grab. “Usai permasalahan dengan Kophrindo itu rampung, pihak Angkasa pura mengaku akan membicarakan temuan banyaknya sopir Grab yang beroperasi di dalam kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Saya rasa ini memang perlu ditegaskan,”ujarnya.

 

Hal senada juga disanpaikan Ketua Koperasi Transportasi Lohjinawi, Nyoman Sudiana. Bahkan peluncuran meeting point Grab dalam kawasan Bandara Ngurah Rai dinilainya sebagai sebuah kebohongan publik. Karena menurut informasi yang dia terima, peluncuran itu sama sekali belum mendapat izin dari PT Angkasa Pura I. “Menurut saya pribadi, kalau memang tidak ada izin, janganlah berbuat macam-macam di sana (dalam kawasan bandara). PT Angkasa Pura I adalah pengelola, jadi kita selaku mitra usaha haruslah tunduk pada aturan berlaku,” tegasnya.

 

Pihaknya mengapresiasi mengapresiasi yang hendak diberikan pihak angkasa Pura I. Sebab sanksi itu dinilainya adalah suatu hal yang wajar diberikan kepada mitra usaha ‘nakal’. Jika sanksi itu tidak dikenakan, tentunya pihak Angkasa Pura I bisa dibilang ikut menyalahi aturan yang diberlakukan. “Saya pribadi berharap, janganlah kami ini diganggu. Dan kami pastikan, kami akan senantiasa memantau perkembangan persoalan ini. Karena ini menyangkut masalah ‘payuk jakan’ kami. Kalau ‘payuk jakan’ kami diganggu, tentu kami tidak akan diam,”pungkasnnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

3 tanggapan untuk “AP I didukung kenakan sanksi tegas kepada mitra usaha ‘nakal’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!