Angkat Besi Berpeluang Tambah Medali

posbali.id

MEDALI Medali perak yang diraih atlet angkat besi putri Sri Wahyuni pada hari kedua Olimpiade Rio de Janerio 2016, Sabtu waktu setempat atau Minggu WIB, menempatkan Indonesia dalam daftar peringkat medali yang dirilis panitia pesta olahraga tersebut.

Hingga hari kedua Olimpiade 2016 ini, Indonesia sementara berada di urutan ke-14 dalam daftar peringkat medali dengan perolehan satu medali perak, sama dengan yang telah diraih tuan rumah Brazil, Kazhakstan dan Denmark.

Perolehan medali di cabang angkat besi tersebut disambut suka cita oleh kontingen Indonesia yang telah bertekad untuk bisa meraih prestasi yang lebih bagus lagi dibanding pada Olimpiade 2012.

“Ini baru hari kedua, masih ada peluang di depan dari semua cabang yang diikuti Indonesia, termasuk dari angkat besi atau pun bulu tangkis, untuk memberi yang terbaik,” kata Menpora Imam Nahrawi yang menyaksikan langsung keberhasilan Sri Wahyuni menjadi runner up pada kelas 48 kg tersebut.

Cabang angkat besi masih memiliki peluang setidaknya pada tiga kelas yakni di 62 kg, 69kg dan 77 kg putra, serta 53 kg putri. Sementara itu,  hingga hari kedua Olimpiade, selain keberhasilan meraih perak, ada juga kegagalan meraih medali pada cabang lainnya.

Pada cabang panahan, tim Indonesia yang terdiri atas Riau Ega Agata, Muhammad Hanif dan Hendra Purnama terhenti pada perempat final setelah dikalahkan Amerika Serikat. Namun Indonesia masih punya peluang di cabang ini karena nomor-nomor individu belum dipertandingkan.

Sementara ini secara umum dari peringkat medali, belum terlihat gambaran utuh mengenai kekuatan negara-negara peserta di Olimpiade 2016 ini karena belum banyak pertandingan fi nal yang diselesaikan.

Amerika Serikat baru bisa meraih satu medali emas, sedangkan China yang juga merupakan kekuatan olahraga dunia baru meraih dua perak dan tiga perunggu. Peringkat pertama sementara diduduki Australia dan Hongaria yang masing-masing sudah mendapat dua medali emas.

Hari ketiga Olimpiade 2016, Minggu, Indonesia akan mencoba menambah pundi-pundi medali pada cabang angkat besi di kelas 53 kg putri, melalui Dewi Safitri. Sama seperti Sri Wahyuni, Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini merupakan Olimpiade pertama yang diikuti oleh Dewi Safitri.

Pelatih kepala tim angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja mengatakan,  Dewi Safitri tetap berpeluang meskipun dalam pertandingan nanti harus berjuang keras, strategi yang diterapkan tepat. Di cabang angkat besi ini semua atlet berpeluang, namun peluang terbesar kemungkinan dari Eko Yuli di kelas 62 kilogram, kata Dirdja.

Pada cabang dayung, atlet Indonesia La Memo masih lolos ke babak perempat fi nal, juga masih menyisakan harapan untuk meraih medali di cabang ini meskipun persaingannya cukup berat.

Cabang bulu tangkis yang menjadi andalan utama Indonesia, baru akan dipertandingkan mulai 11 Agustus.

Hari Minggu ini para atlet bulu tangkis Indonesia dijadwalkan masuk ke perkampungan atlet di Rio de Janeiro, setelah menjalani latihan di Sao Paulo, Brazil. Bulu tangkis Indonesia memiliki misi untuk menghapus trauma kegagalan di Olimpiade London 2012, dimana saat itu tidak satu pun medali Indonesia yang dapat diraih dari cabang ini. ant

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *