Anggaran Terbatas, Jalan ke Serero Sekotong Hanya Dirabat

posbali.id

LOBAR, POS BALI ONLINE – Akibat keterbatasan anggaran, jalur menuju Dusun Serero Desa Sekotong Tengah yang tergolong daerah dataran tinggi hanya di rabat. Padahal, jika melihat kondisi, jaur tersebut seharusnya mendapat pengaspalan. Proses rabat tersebut sendiri hanya mengandalkan Dana Desa tahap II Desa Sekotong Tengah, Lobar.

 

Dari informasi yang diperoleh, panjang jalan menuju Dusun Serero itu sekitar 3,5 kilometer. Perabatan jalan itu dilakukan lantaran proses pengusulan yang sudah dilakukan beberapa kali tak kunjung mendapat respon dari pihak terkait. Padahal, jika melihat kondisi akses jalan dengan jumlah penduduk yang didaerah itu, sangat layak untuk dibangunkan jalan yang lebih memadai walaupun hanya sekedar aspal lapen.

 

Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Sarapudin menyatakan pada DD tahap II pihaknya membangun sejumlah sarana fisik, seperti rabat jalan, kandang kumpul (Kandang ternak), aula, kuburan, saluran/drainase serta Puskesmas Pembantu (Pustu). Kebijakan tahun ini, kata dia diarahkan ke pembangunan fisik untuk daerah bagian perbukitan “Karena memang daerah kami butuh sarana (infrastruktur) ini, termasuk akses jalan dusun terisolir Serero kami bangun rabat jalan sepanjang 100 meter,” jelasnya Minggu (12/11).

 

Lebih jauh disampaikan Sarapudin, anggaran DD yang dipakai untuk rabat jalan Dusun Serero itu sekitar Rp28 juta lebih. Titik yang dirabat tidak bisa semua, namun hanya dititik titik terjal dan menanjak saja. Disamping keterbatasan anggaran, luas wilayah yang ditangani juga menjadi penyebab. Pembangunan rabat ini sendiri sistem borong upah oleh warga setempat.

 

Dibangunnya rabat jalan ini jelasnya, tentu sedikit membantu masyarakat setempat yang terisolir dimana selama ini kesulitan menggunakan akses jalan tersebut. Sebelumnya, kata dia, akses jalan ini pernah dirabat melalui program PNPM.

 

Terkait usulan pembangunan akses jalan ini ke Pemkab Lobar, pihaknya telah berkali-kali bahkan melalui surat dan Musrenbang tingkat desa serta kecamatan pun sudah diusulkan namun belum direspon. Begitupula usulan desa untuk merubah status jalan ini menjadi jalan kabupaten, juga sejauh ini belum direspon. Sebab perubahan status jalan dilaksanakan lima tahun sekali. “Perubahan status jalan juga Belum masuk ini, sesuai SK Bupati kemungkinan tahun 2019,” tambahnya.

 

Dia juga menyatakan, total ADD dan DD ditambah BHP yang diterima sekitar Rp2 miliar. Tahun ini terdapat pengurangan ADD mencapai 20 juta. Sementara untuk DD Termin I tambahnya, lebih banyak diarahkan untuk Pemberdayaan masyarakat seperti penyuluhan HIV/Aids, promosi KB, pencegahan pernikahan usia dini dan pelatihan Kelompok Tani serta perajin kerajinan. Sedangkan untuk fisik lanjutnya, dibangun gedung PAUD, Waserda dan Kantor Desa, termasuk lapangan bola volly. Selain itu, dilaksanakan Rabat jalan di dua lokasi yakni dusun mule jati dan telor jago. Tahun depan tambahnya, ia sangat berharap ada tambahan DD menyusul kebijakan pusat menambah DD bagi kabupaten di NTB termasuk salah satunya Lobar.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas PU-TR, I Made Artadana menyatakan pihaknya terus mengupayakan pembangunan akses jalan yang urgen di Lobar. “Termasuk daerah yang dimaksud, kita terus upayakan baik melalui APBD dan pusat (APBN),” singkatnya dalam sebuah kesempatan. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *