Aliansi Pemuda Bali Kutuk Terorisme

posbali.id
Aksi solidaritas Aliansi Pemuda Bali di Lapangan Timur Bajrasandhi, Renon, Denpasar, Rabu (16/5)

DENPASAR, POSBALI.ID – Berbagai komponen organisasi di Bali kembali menyatakan kutukan dan duka yang mendalam terhadap aksi terorisme. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bali menyuarakan aspirasinya di Lapangan Timur Monumen Bajrasandhi, Renon, Denpasar, Rabu (16/5).

Massa yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi siswa, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat mulai berdatangan sejak pukul 16.00 Wita. Tampak dari mereka membawa panji organisasi masing-masing mendampingi bendera merah putih yang berkibar-kibar.

Hampir sama dengan aksi yang digelar Selasa (15/5), massa kali ini juga menyerukan sejumlah pernyataan. Perwakilan masing-masing organisasi tampak berorasi yang diiringi pekikan “kami tidak takut” yang mengundang masyarakat yang tengah berolahraga sore. Panitia juga membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan penolakan terhadap tindak terorisme yang tampak ditandatangani peserta dan masyarakat yang hadir.

“Kami merupakan lintas oraganisasi, dari banyak organisasi kepemudaan di Denpasar dan di Bali. Kita menginisiasi  untuk mengadakan sebuah deklarasi pembacaan pernyataan sikap sehingga kita di Bali menunjukkan bahwa pemuda di Bali masih menghargai keragaman, kebersamaan, dan persatuan Indonesia. Kita juga menyatakan duka cita terhadap apa yang terjadi belakangan ini,” ungkap koordinator aksi I Gede Anom Prawira Suta.

Terkait dengan aksi tersebut pihaknya menyatakan lima pernyataan sikap terhadap aksi terorisme. Pertama mereka mengutuk segala tindak kekeran yang berlatar belakang apapun sehingga menyebabkan korban jiwa untuk memperjuangkan ideologi, yang secara nyata adalah sebuah kekeliruan.

Kedua, massa menyatakan penolakan terhadap seluruh organisasi yang mendukung gerakan terorisme karena bertentangan dengan Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ketiga kita menolak menyebarluasan ujaran kebencian, ceramah yang menghina agama lain, dan segala tindakan yang memecah belah persatuan, berbangsa, dan bernegara,” kata Anom.

Selanjutnya pihaknya juga mendukung segala usaha pemerintah dan aparat keamanan dalam memberantas tindakan terorisme di seluruh wilayah Indonesia. “Terakhir, kita menuntut DPR dan pemerintah segera mengesahkan RUU Anti Terorisme agar penegak hukum untuk melakukan tindakan preventif  dan represif, sehingga dapat menjamin keamanan masyarakat, secara preventi,” pungkasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!