Aktivitas Penambangan Dilakukan Malam Hari

posbali.id

Dewan Pertanyakan Dana Jaminan Galian C

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Setelah ditutup oleh Polda Bali Galian C yang tak berizin alias bodong, kini ada beberapa pengusaha melakukan penambangan Galian C malam hari. Sumber Pos Bali yang bisnis galiannya juga ditutup mengatakan, ada dua pengusaha menambang di malam hari. “Ada dua pengusaha pengusaha Galian C, melakukan kegiatan penambangan di malam hari, di lokasi bukit Paon, wilayah Bhuana Giri dengan alasan sudah ada ijin, tapi zona ketinggian diatas 500 Mdpl,”kata sumber tersebut yang meminta namanya tak dikorankan.

Menurutnya, aktivitas ini sudah sampai ke Krimsus Polda Bali tapi belum ada tindakan apa. “Sekiranya kalau memang semua bisa bekerja, yang semua pengusaha bekerja. Kalau tidak , ya jangan. Sudah juga dilaporkan ke Pemda melalui Sekda, tapi belum ada tindakan. Ini yang menimbulkan polemik di antara para pengusaha dan masyarakat, karena adanya diskriminasi,”sorotnya.

Selain itu, lanjutnya, ada PT Dharma Karya yang berlokasi di Banjar Dinas Butus, Desa Buana Giri punya ketinggian melebih 500 Mdpl. “Memang satunya ada izin. Tapi yang satu lagi, lokasinya tak jauh dari tempat itu, ketinggian sekitar 650-700 Mdpl. Bahkan di lokasi itu sudah ada aktivitas penambangan, karena ada 2 unit AMP (aspal mixing plan) dan dua unit stone classer (pemecah batu) sedang beroperasi,” ungkapnya sembari menjelaskan debunya sangat tebal dan meresahkan warga sekitar.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Bali,  Nyoman Oka Antara mengaku mendapat laporan terkait kerusakan lingkungan dalam usaha galian golongan C di Karangasem. Wakil rakyat dari Dapil Karangasem ini berpandangan, seharusnya tak terjadi kerusakan lingkungan usai penambangan galian C tersebut.

Pasalnya, sebelum para pengusaha memulai usahanya, biasanya ada penyetoran dana jaminan sebesar Rp50 juta rupiah. “Setahu saya, setiap pengusaha galian C menyetor semacam dana jaminan sebesar Rp50 juta. Hitung saja berapa jumlah dana jaminan itu seturut jumlah pengusaha galian C di Karangasem,” kata Oka Antara di gedung DPRD Bali belum lama ini.

Uang jaminan tersebut, jelas politisi PDIP, ini dimaksudkan untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang dikeruk sehingga tidak rusak. “Kalau benar dana (jaminan) itu ada, maka seharusnya tidak ada kerusakan lingkungan di Karangasem,” tegasnya.

Karena itu, jika benar terjadi kerusakan lingkungan, maka Oka Antara mempertanyakan pemanfaatan dana jaminan para pengusaha itu. “Kalau dana jaminan itu tidak dimanfaatkan untuk mengembalikan kondisi lingkungan, lalu ke mana dana itu?” cecar Oka Antara. 003/010

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *