Aksi Keroyok Sampah Kiriman Semakin Menyebar dan Berlipat

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Aksi keroyok sampah kiriman, semakin meluas dan menyebar di wilayah Kecamatan Kuta. Setelah ratusan orang pada Jumat (25/1) lalu menggerudug pantai Kuta, Jumat (1/2) kemarin aksi serupa dilakukan di Pantai Kedonganan. Hal itu dilakukan pasca membludaknya sampah kiriman berupa plastik, yang menyerbu Pantai Kedonganan. Jumlahnya peserta aksi keroyok sampah pun semakin meningkat, yaitu mencapai ribuan orang. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri Pelajar, pegawai di pemerintahan setempat di kabupaten Badung, Desa Adat, LPM, Nelayan, pengusaha kafe bersama staff, stake holder pariwisata dan masyarakat.

 

Plt Lurah Kedonganan, Ketut Gede Artha selaku inisiator aksi tersebut menerangkan, aksi tersebut dilakukan selama 2 jam. Hal itu cukup membuat pantai Kedonganan relatif bersih, kendati kondisi tersebut diyakininya tidak akan bertahan lama. Sebab saat ink musim angin barat, yang tentunya akan membuat sampah kiriman kembali menepi. “Paling tidak dengan upaya ini bisa membantu DLHK, dalam mengevakuasi sampah kiriman. Sebab penanganan masalahan sampah ini tidak bisa kita hanya serahkan kepada dinas terkait, apalagi sampah kiriman ini saat ini menepi di seluruh bentangan pantai barat di kabupaten Badung,”terang pria yang kesehariannya bertugas sebagai Sekcam Kuta ini.

 

Aksi keroyok sampah semacam iti dinilai perlu digeliatkan dan semakin diperluas, utamanya saat musim sampah kiriman. Hal itu sangat penting dilakukan,  agar membuat kawasan menjadi tetap nyaman dan bersih, sehingga membuat wisatawan tetap nyaman merasa menginap di Badung. Kedepan aksi terkait direncanakannya akan kembali digelar, jika volume sampah kiriman yang mebiepi meningkat kondisinya. “Yang banyak menepi di apantai Kedonganan ini  berupa sampah plastik. Ini sampah yang cenderung susah ditangani, karena cepat tergerus air pasang dan kadang lengket di pasir,”sebutnya.

 

Dipaparkannya, kondisi sampah di Kedonganan tidaklah semua berselimut sampah. Dimana untuk daerah selatan, kondisinya agak bersih karena peran serta aktif pengelola kafe yang rutin melakukan pembersihan. Sedangkan disisi utara, dekat dermaga watu nunggul yang notabene darah aktfitas nelayan, itu kondisinya memang lumayan banyak.Hal itu dikarenakan daerah itu merupakan daerah arus, yang menjadi tempat menepinya sampah kiriman. “Masalah sampah ini akan kita bahas bersama dengan Desa adat, untuk penanganan lebih serius dan intens. Jadi selain edukasi, kita bersama-sama akan mencarikan manajemen pengelolaan sampah yang zero waste,”paparnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!