Ada 4 Jalur PPDB, Parta: Tak Ada Pengkastaan Sekolah, Tak Ada Sekolah Favorit

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID- Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengungkapkan, terdapat empat jalur penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran 2018/2019, yakni jalur khusus, jalur prestasi, jalur miskin dan jalur zonasi. Keempat jalur PPDP tersebut sesuai Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB.

Hal itu diungkapkan Parta usai usai memimpin Rapat Kerja Komisi IV DPRD Bali dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani dan jajarannya, di Ruang Baleg DPRD Bali, Senin (7/5/2018).

Untuk jalur khusus dibagi lagi menjadi beberapa jalur. Pertama, jalur khusus karena perpindahan tugas orang tua calon siswa, yang presentase penerimaannya maksimal 5 persen. “Diberikan kekhusan jika anaknnya juga ikut pindah,” kata Parta.

Kedua, jalur khusus untuk anak inklusi (berkebutuhan khusus). Anak-anak inklusi ini bisa masuk ke kelas reguler setelah mendapat rekomendasi dari psikiater.Jalur khusus ini diberikan karena Bali menjadi Provinsi percontohan penyelenggaraan Pendidikan inklusi.

Ketiga, jalur bina lingkungan lokal, dengan kuota 10-15 persen. Misalnya, ada sekolah yang lokasinya menempati aset milik desa Pakraman. Siswa dari desa pakraman tersebut bisa diterima melalui jalur khusus.

Keempat, jalur khusus diberikan kepada anak pendidik (guru) dan tenaga kependidikan yang dibuktikan melalui KK dan akte kelahiran.

Untuk jalur miskin, lanjut Parta, calon siswa harus melengkapi syarat berupa keterangan identitas miskin, Kartu Keluarga Sejahtra (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Kartu pintar. Kuotanya minimal 20 persen. Adapun untuk jalur prestasi diberikan kuota 5 persen. Sisanya dialokasikan untuk jalur zonasi.

Politikus PDIP asal Gianyar yang terkenal vokal ini mengatakan, untuk jalur khusus, jalur prestasi dan jalur miskin persyaratannya sudah sangat jelas.

Yang kemungkinan masih menimbulkan kebingungan adalah jalur zonasi, jika sekolah tersebut berada di kawasan padat penduduk dengan jumlah calon siswa yang sangat banyak.

“Kemungkinan terjadi pertanyaan dan agak membingungkan adalah jalur zonasi. Bisa terjadi masalah jika penduduk dan siswanya padat,” kata Parta.

Lebih lanjut Parta mengatakan, penerapan empat jalur PPDB ini memiliki banyak dampak positifnya. “Manfaatnya positif. Tidak ada lagi peng-kasta-an dalam sekoah. Tidak ada lagi sekolah favorit, semua sekolah sama,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, semua siswa akan sekolah pada sekolah terdekat. “Kecelakaan karena sekolah jauh bisa diminimalisir. Tidak perlu lagi terburu-buru datang ke sekolah karena lokasinya dekat,” ujar Parta. Manfaat lainnya, kata dia, pihak sekolah swasta akan berkembang.

Pihaknya meminta Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan aturan PPDB ke masyarakat. “Agar masyarakat mengerti atauran mainnya, tidak akan ada kasak kusuk. Kami juga berharap kepala Sekolah, Komite Sekolah taat sama aturan, apalagi Kadis pendidikan sudah menyampaikan kepala sekolah yang main-main akan dimutasi,” pungkas Parta. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!