888 KTV terancam gulung tikar, langgar izin operasional dan terbukti sediakan layanan prostitusi

posbali.id

MANGUPURA, POS BALI – Usaha karaoke 888 KTV yang berada di jalan raya Kuta terancam disegel. Hal tersebut dikarenakan usaha karaoke yang menjadi satu bagian dengan hotel berry glee tersebut tidak memiliki izina operasional. Terlebih lagi usaha terkait sudah terbukti kedapatan aktifitas prostitusi yang berhasil diungkap oleh jajaran SatReskrim Polresta Denpasar, Sabtu (7/4). “Sebenarnya usaha terkait sudah kita cek sebelumnya pada bulan Desember 2017. Saat itu ia terbukti melanggar Perda Izin bangunan usaha pariwisata, karena tidak memiliki izin lengkap. Saat itu ja mengaku usaha terkait tidak dibuka untuk umum dan ia akan mengaku berhenti beraktifitas, karena masalah izin. Pihak terkait juga telah membuat surat pernyataan atas kesanggupannya itu, dan ketika kita cek seminggu setelahnya memang benar usaha itu memang tutup,”ujar Kasatpol PP Badung, IGAK Surya Negara dikonfirmasi, Senin (9/4).

 


Namun sayangnya surat pernyataan tersebut ternyata diingkari oleh pihak terkait, hal tersebut terbukti dari penggerebekan yang dilakukan pihak Polresta Denpasar. Hal tersebut menandakan bahwa pihak terkait selama ini mencuri-ciri kesempatan dengan pihaknya, sementara pihaknya mengalami kesulitan untuk memantau usaha terkait, karena tempatnya tertutup dan menjadi satu dengan hotel.

 

Karena itulah, pihaknya mengaku telah melayangkan surat teguran pertama (SP 1) kepada usaha terkait. Jika dalam kurun waktu seminggu ini usaha tersbut masih diketahui beroperasi, maka pihaknya akab kembali melayangkan teguran ke 2. Jika itu sampai pada teguran ke 3, maka pihaknya akan melakukan pensegelan usaha terkait. “Selain melangar perda izin bangunan, pihak terksit juga melanggar Perda no 7 tahun 2016 terkait tibumtramtibmas. Yaitu menyediakan tempat dan kedapatan ada prostitusi. Itu sudah sangat melanggar, apalagi sebelumnya ada surat pernyataan yang ia langgar,”paparnya.

 


Diakuinya, untuk perizinan hotel berry glee, mamang usaha terkait memiliki izin lengkap sampai ke operasional hotel. Namun seiring perkembangan ternyata hotel tersebut menyediakan usaha tambahan, yaitu fasilitas karaoke. Semula usaha karaoke tersebut diterangkan pihak terkait untuk fasikitas internal mereka. Namun saat ini usaha tersebut terbukti dibuka untuk umum,  sampai menyediakan tempat dan layanan prostitusi. “Sudah jelas ini melanggar, tapi tetap kita tidak boleh langsung main tutup. Ada prosedur yang harus kita jalankan sesuai SOP, jika itu sudah terpenuhi maka kita akan segel,”tegasnya.

 


Ditegaskannya, jika untuk usaha pelengkap internal hotel, maka pihak terkait tidak bisa membuka usaha tersebut untuk masyarakat umum. Sementara jika dibuka untuk  masyarakat umum, hal itu sudah tidak memungkinkan karena kuota izin usaha karaoke sudah habis. Dari penelusuran pihaknya selama ini usaha 888 KTV tersebut bukanlah milik hotel, namun itu sifatnya disewakan oleh pihak lain. Karena itulah usaha terkait dikategorikannya melangggar 2 perda, yaitu menyalahgunakan izin dan perda no 7 tahun 2016 terkait ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. “Besok (hari ini) PPNS kita akan mencari pembuktian adanya layanan prostitusi, sehingga dasar kita melakukan segel nanti menjadi kuat. Nanti kita akab verkoordibasi dengan kepolisian, dimaan temuan pihak kepolisian ini  bisa kita jadikan barang bukti yang kuat,”pungkasnya. 023

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!