70 persen masyarakat Badung segan dengan Mantra-Kertha

posbali.id

Dinilai Visioner, Inovatif dan Tidak intimidatif

MANGUPURA, POS BALI – Ketua Pemenangan Koalisi Rakyat Bali kabupaten Badung, I Wayan Muntra mengungkapkan 70 persen masuarakat Badung sudah mulai jatuh hati pada pasangan calon gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Dimana kedua sosok paket calon dengan nomor urut 2 tersebut dinilai visioner, kreatif, cerdas dan tidak intimidatif. Dimana kedua pasangan calon yang memiliki program Nawa Chandra ini sangat menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan budaya Bali. “Kampanye dialogis ini sebenarnya muncul akarena desakan dari masyarakat di bawah. Dimana pasangan Mantra-Kertha dituntut untuk turun mengadakan kampanye pasangan calon, walaupun kita ketahui kedua pasangan ini sudah kenal masyarakat umum,”ujar Muntra saat saat kampanye dialogis pasangan Mantra-Kerta kerta di Amphiteater Garuda Wisnu Indonesia (GWK), Minggu (25/3).

Ditegaskannya dukungan masyarakat tersebut datang dari hati nurani, tanpa adanya iming-iming bayaran. Semua dilakukan atas kesadaran umtuk mencari pemimpin Bali yang terbaik, yang visioner dan bersih. Sosok figur keduanya dipaparkannya telah terbukti bekerja, yaitu Rai Mantra menjadi walikota Denpasar selama 10 tahun dan Sudikerta dua kali menjadi wakil bupati Badung dan wakil Gubernur Bali. Atas prestasi teruji dan capaian keduanyalah, maka warga Bali khususnya di Kuta Selatan menikmatinya saat ini. Hal itulah yang mendorong koalisi rakyat Bali mengusung pasangan Mantra-Kerta. “Kita ingin Kuta Selatan kedepan selain sebagai kawasan wisata, juga dikembangkan kawasan pariwisata religius. Inilah salah satu komitmen pasangan Mantra-Kertha dan paket ini bukanlah dari penugasan partai,, tapi lahir dari keinginan rakyat,”tegasnya.

Sementara Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB), AA Bagus Adhi Mahendra Putra menerangkan pasangan Mantra-Kertha mempunyai kualitas dan integritas yang tinggi. Dimana sosok IB Rai Wijaya Mantra selaku Walikota Denpasar yang kini cuti, merupakan walikota terbersih sesuai penilaian KPK. Dimana komitmen kongkrit juga akan dilakukan pihaknya untuk membentengi Bali dari tindakan korupsi. Jika paslon tersebut naikenjadi Gubernur dan Wakil Gubernir Bali, maka mereka akan mengajak KPK untuk ikut mengontrol jalannya roda pemerintahan di propinsi Bali. “Kita harus melahirkan pemimpin yanng jujur dan bersih. Jangan membawa yang aneh-aneh ke Bali. Bali ini mempunyai tradisi dan budaya yang adi luhung. Jangan membawa budaya aneh-aneh yang bisa membuat bali menjadi kenangan,”ujarnya.

 

Sementara panglingsir Puri Satriya, Cokorda Oka Ratmadi menerangkan bahwa pasangan Mantra-Kerta adalah pasangan yang mampu membawa Bali menjadi Baliku. Dimana yang dimaksudkannya adalah kedua pasangan tersebut diyakini akan membawa kearah kebaikan dan kebenaran, dengan landasan adat dan budaya. Ia mengajak masyarakat untuk cerdas memilik sosok pemimpin Bali yang benar-benar menjaga taksu Bali. Jangan memilih pemimpin coba-coba, pilihlah calon yang teruji. Begitupula dengan figur calon yang terancam ditangkap KPK. 023

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *