41 Industri Pariwisata Raih Bali Tourism Awards

posbali.id

LEMBAGA independen Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) kembali menginspirasi pelaku usaha, khususnya di Bali untuk lebih memajukan industri pariwisata di Bali lewat pemberian penghargaan Bali Tourism Awards (BTA).

Penghargaan tersebut dilatarbelakangi dari industri pariwisata yang berjumlah sekitar 2.400 perusahaan di Bali seperti travel agen, suplier hotel ataupun vila sebagai industri pariwisata dipilih  yang terbaik sehingga perlu diapresiasi kerja kerasnya selama ini. Hasil seleksi dari seluruh Industri pariwisata tersebut akhirnya terpilih menjadi nominasi dari dari 41 kategori.

“Tidak saja pimpinannya, tapi tenaga kerjanya juga kita apresiasi dan dinilai. Mirip seperti penghargaan dari Tri Hita Karana yang memamfaatkan lokal wisdom. Tapi sekarang kita lebih menilai dari pihak luar,” ujar President ITTA Foundation, Panca R. Sarungu sesaat penyerahan Penghargaan BTA di Trans Hotel Kuta, Rabu (10/8).

Ditegaskan, industri pariwisata di Bali patut diberikan penghargaan tersebut. Mengingat kontribusi pariwisata Bali mencapai 40 persen yang disusul Jakarta sebanyak 30 persen dan sisanya dari seluruh Indonesia. Apalagi Indonesia lagi membuat 10 destinasi baru seperti Bali  diantaranya Bangka Belitung, Tanjung Lesung, Wakatobi, Morotai agar meniru pariwisata Bali dalam jangka panjang.

“Ada perusahaan yang kerjanya lebih keras, usahanya lebih maju dan menunjukan Bali ini sebagai service orieted berkelas internasional. Oleh karena itu kita seleksi vila atau hotel di Bali yang ada sebanyak 2 ribu sampai 3 ribu diseleksi menjadi 41 industri pariwisata untuk menjadi inspirasi bagi yang lain,” katanya.

Dijelaskan soal metode penilaian awards ini berbeda karena biasanya malah dijadikan ajang bisnis. Tapi awards kali ini lebih unik sehingga didukung oleh industri karena modelnya dipilih dulu dengan 3 metode pemilihan.

“Caranya pertama diseleksi dengan mengirimkan informasi kepada industri dengan 41 kategori sebagai nominasi. Setelah mendapat 4 sampai 5 nominasi dilakukan online voting yang diikuti 46 ribu orang dari 23 negara di seluruh dunia yang peduli dengan industri pariwisata Bali dengan point 25 persen. Selanjutnya, juga terseleksi oleh tim dari Binus dengan nilai 25 persen. Sisanya 50 persen dari penilaian tim independen,” jelasnya.

Hasilnya 41 industri pariwisata di Bali diberikan anugrah Bali Tourism Awards, diantaranya untuk kategori Bali Leading 5 star Hotel diraih Ayodya Resort Bali, Bali Leading 4 stars Hotel dinobatkan SwissBel Hotel Tuban serta Bali Leading 3 stars Hotel direbut oleh The Atanaya Hotel. Sedangkan untuk kategori Bali Leading Airport Hotel diraih H Sovereign Bali dan Bali Leading Boutique Hotel untuk The Magani Hotel and Spa.

Menurutnya, karena Bali adalah tourism sehingga penghargaan tourism ini adalah untuk Bali yang tidak bisa terpisahkan. Oleh karena itu, BTA yang kedua kalinya ini dijadikan Bali sebagai contoh yang terbaik, dimana pariwisata itu dipromosikan. “Soal Bali menambah jumlah turis lagi sebenarnya harus pula meningkatan kapasitas airport dengan membuka bandara 24 jam. Karena banyak yang ingin ke Bali tapi harus lewat Jakarta atau Surabaya dulu, karena penerbangan selalu penuh,” sebutnya.

Selain itu juga kendala infrastruktur karena selalu macet seperti di Jakarta. Ini tantangan bagi tourism di Bali. Mestinya juga harus ingat kapasitas pariwisata Bali. nan

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *