Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Pemerintahan Kerajaan Demak

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Demak

Dalam suatu kerajaan pastilah menganut sebuah sistem pemerintahan yang tepat sesuai dengan tujuan rakyat dan pemimpinnya, begitu pula dengan kerajaan Demak. Sistem pemerintahan kerajaan Demak yaitu sistem teokrasi. Maksudnya pemerintahan yang dijalankan berlandaskan dengan dasar-dasar dan kaidah agama islam. Beberapa raja yang pernah memimpin menerapkan sistem yang sama namun dengan hasil yang berbeda.

Baca juga: Kerajaan Demak

Sistem Pemerintahan Kerajaan Demak yang Digunakan Oleh Para Raja

1. Pemerintahan Raden Patah

Di bawah pemerintahan Raden patah, kerajaan Demak mengalami kemajuan dan kejayaan pada masanya. Beberapa bidang yang berhasil disukseskan yaitu perkembangan agama islam yang makin meluas, pertahanan dan perluasan kerajaan serta sukses menjalin kerjasama dengan para umara dan ulama.

Kesuksesannya dapat dilihat ketika ia berhasil melawan bangsa Portugis yang sebelumnya telah menduduki Malaka. Selain itu, Raden patah juga sukses menaklukkan Girindra Wardhana yang sebelumnya telah merebut tahta kerajaan Majapahit.

Baca juga: Ciri Ciri Bunga yang Penyerbukannya Dibantu oleh Angin

2. Pemerintahan Pati Unus

Setelah Raden Patah meninggal, kedudukan raja berikutnya diisi oleh sang putra yaitu Adipati Yunus atau juga dikenal dengan Adipati Unus. Tak jauh berbeda dengan sang ayah, sistem pemerintahan kerajaan Demak yang dianutnya masih sama yaitu menganut sistem Teoraksi. Dalam pemerintahannya Adipati Yunus menjadi seorang pemimpin yang tegas bak kesatria yang berani mengambil keputusan berisiko.

Tak berselang lama setelah mendapatkan tahta raja, Adipati Yunus merencanakan penyerangan ke Portugis yang tengah menguasai Malaka sejak lama. Sebelumnya ia pernah membantu Raden Patah menyerang Portugis meskipun gagal namun semangatnya tak pernah padam.

Tahun 1512 armada perang dikirimkan oleh kerajaan Demak menuju Malaka, namun ketika sampai di tempat Adipati Yunus diserang tembakan meriam oleh Portugis. Tak menyerah, serangan keduapun dilakukan meskipun berakhir dengan kegagalan. Pencapaian lainnya yaitu Adipati Yunus juga berhasil memperluas kawasan.


3. Pemerintahan Sultan Trenggana

Puncak kejayaan kerajaan Demak berada di bawah pimpinan Sultan Trenggana. Kepribadiannya yang pemberani dan bijaksana membuatnya sukses membawa kerajaan Demak menguasai tanah Jawa mulai dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

Tahun 1522 dibawah Trenggana mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Fatahillah ke Sunda Kelapa untuk menyerang Portugis. Lalu pada tahun 1527 kerajaan Demak berhasil merebut Sunda Kelapa dan mengubahnya menjadi Jayakarta. Selain itu, serangan yang dipimpin oleh Fatahillah di Jawa Barat berhasil menaklukkan tiga wilayah yaitu Cirebon, Banten dan Sunda Kelapa.


Setelah Sultan Trenggana wafat, kerajaan Demak kemudian dipimpin oleh putranya yaitu Sunan Prawoto. Namun, pemerintahannya tak berjalan lama karena terjadi banyak konflik dan perpecahan keluarga hingga berakhirnya kerajaan Demak.

Demikianlah ulasan mengenai sistem pemerintahan kerajaan Demak yang dilakukan pada periode kerajaan tertentu. Dalam beberapa periode para raja konsisten menggunakan sistem teoraksi yaitu sistem pemerintahan yang sesuai dengan kaidah islam.