Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Kerajaan Tarumanegara

Perkembangan Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan yang berdiri sekitar pada abad ke- 4 / 5 hingga ke-7 Masehi. Kerajaan yang menguasai bagian barat Pulau Jawa ini berasal dari kata Tarum yang bermakna membelah Jawa Barat dan Nagara yang berarti Negara atau Kerajaan. Jayasingawarman Sang Maharesi, membuka pemukiman dekat lokasi Sungai Citarum yang kemudian dinamai Tarumadesya yang berarti Desa Taruma. 

Sepuluh tahun berjalan, Desa Taruma berkembang menjadi lebih besar dan akhirnya menjadi kota. Melihat pesatnya perkembangan kota Taruma, pada tahun 358. Jayasingawarman menjadikannya Kerajaan Tarumanegara. Perkembangan Kerajaan Tarumanegara mengalami pasang surut, dengan adanya 12 kali pergantian pemegang tampuk kepemimpinan.


Puncak Kejayaan di Masa Perkembangan Tarumanegara

Dikutip dari cosmogirl.co.id Kerajaan Tarumanegara mengalami pergantian pemimpin sebanyak 12 kali. Masa kejayaan kerajaan ini berada pada saat dipimpin oleh Raja Purnawarman yang merupakan Raja ketiga tahun 395-434 M. Pada masa itu Tarumanegara menguasai 48 kerajaan-kerajaan kecil dan berhasil menjalin kerjasama diplomatik dengan Cina.

Saat dipimpin Purnawarman, masyarakat hidup sejahtera karena adanya kebijakan-kebijakan dari Sang Raja. Kebijakan untuk memindahkan ibu kota ke lokasi yang lebih strategis yakni tepi pantai dan penggalian sungai Gomati untuk irigasi, jalur maritim dan pencegah banjir merupakan contoh kebijakannya kala itu.

Terkait: Sistem Pemerintahan Kerajaan Demak

Raja Purnawarman berhasil memperluas kekuasaan Tarumanegara hingga sebesar wilayah Jawa Barat masa kini. Beliau juga menciptakan undang-undang yang berhubungan tentang angkatan perang, strategi perang dan beberapa pustaka lain yang bertujuan memperkuat ketahanan kerajaan.

Pada masa ini perkembangan kerajaan Tarumanegara sangat pesat baik di segi ekonomi, politik maupun ketahanan. Masa ini menjadi masa keemasan Kerajaan Tarumanegara. Dengan wilayah kekuasaan mulai dari wilayah Rajatapura di Telu Lada kemudian Pandeglang sampai ke Purwalingga yang disinyalir sekarang merupakan daerah Purbalingga di Jawa Tengah. Nama Sunda sendiri sudah ada sejak masa ini untuk mempersingkat penyebutan nama Ibu kota yakni Sundapura.


Sayangnya masa-masa kejayaan ini tidak bertahan lama. Selama hampir 22 tahun dibawah kekuasaan Purnawarman hingga sampai pada masa Raja Kertawarman, Tarumanegara masih dapat mempertahankan kekuasaan, ketahanan serta perekonomiannya dalam posisi sangat baik.

Namun, sejak kepemimpinan Raja Sudhawarman, kerajaan ini perlahan mundur. Puncaknya saat Raja Linggawarman memutuskan untuk menikahkan putrinya dengan Tarusbawa yang tidak lain merupakan pendiri Sriwijaya. Tarumanegara diambil alih oleh Tarusbawa dan terpecah menjadi dua kerajaan yaitu Sunda dan Galih.


Pada akhirnya sampai juga kerajaan ini pada masa keruntuhannya. Masih menjadi perdebatan mengenai alasan runtuhnya Tarumanegara. Mulai dari kemungkinan adanya integrasi diplomasi dengan Sriwijaya melalui pernikahan putri dari Linggawarman dengan penguasa Sriwijaya, Tarusbawa. Sampai dengan kemungkinan penaklukan Tarumanegara oleh Kerajaan Sriwijaya yang pada akhirnya berubah nama menjadi Kerajaan Sunda.

Demikianlah sejarah perkembangan Kerajaan Tarumanegara dari masa ke masa. Anda dapat mengidentifikasi keberadaan kerajaan ini dari beberapa peninggalan prasastinya seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Jambu, Prasasti Pasir Awi, dan lain-lain.