2 Cabup Klungkung Bicara, Sebelum Penetapan Paslon

posbali.id

KLUNGKUNG, POS BALI.ID – Kedua Cabup Klungkung antara Nyoman Suwirta yang diusung oleh Partai Gerindra dan Tjokorda Bagus Oka dari Partai PDI Perjuangan, mulai aktif bicara sebelum KPU Klungkung melakukan Rapat Pleno Penetapan Paslon Pilkada 2018 pada tanggal 12 Pebruari mendatang.

Kepada POS BALI, Nyoman Suwirta menceritakan kondisinya di Pemkab Klungkung dengan para PNS (Pegawai Negeri Sipil). Sedangkan Tjokorda Bagus Oka, menceritakan idenya dalam membangun Klungkung setelah bertemu dengan mantan Presiden RI ke-5 yang kini menjadi Ketum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarno Putri.

Mulai dari Cabup Nyoman Suwirta yang angkat bicara soal beredarnya surat Komisioner Aparatur Sipil Negara (KASN) bernomor : B-2900/KASN/II/2017 yang dipimpin oleh Sofian Effendi hingga Peraturan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (MenPAN-RB) ke Pemkab Klungkung. Dimana kedua surat itu disebutkan telah menimbulkan dampak terhadap PNS di Klungkung dengan Cabup petahana Nyoman Suwirta.

Seperti yang disampaikan Bupati Nyoman Suwirta bersama Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Kamis (8/2) kemarin bahwa telah terjadi salah tafsir antara PNS Pemkab Klungkung dengan surat edaran KASN dan MenPAN-RB. Sehingga tidak banyak lagi PNS di Klungkung yang memberikan dukungan tepuk tangan hingga senyuman kepada Suwirta ketika hajatan Pemkab Klungkung berlangsung.

“Saya melihat ada PNS yang ragu untuk tepuk tangan dan mereka ragu untuk tersenyum,” kata Suwirta setelah memimpin rapat staf lengkap dengan Kepala OPD, Pejabat Eselon II sampai IV di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya.

Akibat kondisi itu, ia tidak akan menyalahkan PNS tersebut karena rasa ketakutannya. Tidak hanya itu, pejabat asal Pulau Ceningan, Nusa Penida ini juga mengungkapkan beberapa postingan video-nya di Facebook sudah mengalami penurunan penonton, pasca dirinya menjadi Cabup Klungkung. Hal itu dikarenakan oleh rasa takut yang dialami PNS di Klungkung.

“Belum ditetapkan jadi calon mereka sudah takut, lihat dan nonton Handphone saja mereka takut,” ujarnya.

Selain dampak ketakutan yang ditimbulkan oleh PNS, Suwirta juga mengungkapkan program Gema Santi yang ada di Pemkab Klungkung sempat menjadi tarik ulur antara KPU dan Panwaslu akibat perbedaan persepsi. “Katanya baju dan program Gema Santi tidak bisa dipakai di Pemkab, sehingga saya mensolusikan Gema Santi itu berisi jilid dua,” jelasnya.

Sedangkan Cabup Klungkung dari PDI Perjuangan, Tjokorda Bagus Oka menceritakan beberapa idenya dalam membangun Klungkung setelah bertemu Ibu Megawati Soekarno Putri, Minggu (4/2) di Sanur. Menurutnya Klungkung yang memiliki potensi dibidang agraris, sudah dirancangnya sebagai wadah untuk mensejahterakan masyarakat hingga menjadi daya tarik wisatawan dan pada akhirnya dunia pertanian di Klungkung akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sebagai wujud implementasi pemikiran Bung Karno tentang Marhaen maka saya akan mengajak Universitas Udayana dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ke Klungkung untuk mewujudkan para petani di Klungkung sejahtera,” ujarnya seraya menyatakan peran LPD di Klungkung juga akan dimanfaatkannya untuk menjembati para petani dalam membeli sapi Bali.

Ia juga mengungkapkan, permasalahan air akan mampu diatasinya apabila komunikasi politik antara Bupati Klungkung dengan Bupati Bangli harmonis. Karena selama ini, Tjokorda Bagus melihat sumber daya air di Klungkung masih banyak yang terbuang sia-sia, seperti di Tukad Melangit, Banjarangkan salah satunya.

“Nanti air di Tukad itu akan diolah seperti di SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Petanu Gianyar yang digarap oleh Dinas PU Provinsi, dan hasilnya selain untuk masyarakat Klungkung juga akan disuplai ke Kabupaten lainnya sebagai salah satu program peningkatan PAD juga,” bebernya.022

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!