2 Bulan Belum Terima Gaji, Guru Kontrak Tak Bisa Beli Beras, Pinjam Duit ke Anggota DPRD Bali

posbali.id

DENPASAR, POS BALI- Sudah dua bulan, gaji guru Kontrak SMA/SMK di Bali belum dicairkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Petaka bagi guru kontrak yang mengandalkan gaji tersebut untuk membeli kebutuhan pokoknya. Seorang guru kontrak di Buleleng kehabisan uang untuk membeli beras.

Kisah pilu guru kontrak tersebut diungkapkan anggota DPRD Bali dari Dapil Buleleng, IGK Kresna Budi, saat ditemui di gedung DPRD Bali, belum lama ini. Politisi partai Golkar ini meminta untuk tidak menuliskan nama guru kontrak tersebut, tapi ia memperlihatkan percakapan mereka melalui pesan Whatsapp (WA).

Menurut Kresna Budi, guru kontrak tersebut mengeluhkan kepadanya tak bisa membeli beras karena sudah dua bulan belum menerima gaji. Karena kondisinya terdesak, guru kontrak tersebut meminta bantuan Kresna Budi untuk meminjamkan uangnya.

“Dia mengeluhkan sudah dua bulan belum terima gaji. Guru kontrak itu minta bantuan kepada saya pinjamkan uang untuk beli beras,” ujar Kresna Budi sambil memperlihatkan percakapan WA.

Anggota Komisi I DPRD Bali ini mengaku prihatin dengan kondisi guru kontrak tersebut. “Sedih sekali nasib mereka. Untuk beli beras saja susah,” ujarnya lirih. Ia pun meminta Pemprov Bali untuk segera mengambil solusi cepat mengatasi keterlambatan pembayaran gaji kontrak SMA/SMK.

“Gaji guru kontrak SMA/SMK itu sudah menjadi tanggung jawab Provinsi. Kita harapkan agar gaji mereka bisa segera dibayar,” katanya.

Keluhan terkait ngadatnya pembayaran gaji guru kontrak SMA/SMK itu juga disampaikan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) cabang Bali, kepada Komisi IV DPRD Bali, Selasa (28/2). Terdapat 23 Perwakikan Kepala Sekolah se-Bali yang hadir pada kesempatan itu.

“Kalau soal honor, kami tanyakan kepada sekolah apakah memang sudah mengajukan ke Disdik (Dinas Pendidikan) atau belum. Termausk bagaimana datanya. Kalau sudah ada pasti akan dibayarkan, begitu sebaliknya,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta saat dikonfirmasi usai menerima para Kepala Sekolah tersebut

Dikonfirmasi terpisah, gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan, Pemprov pasti akan membayar gaji guru kontrak tersebut. “Kami pastikan (guru kontrak) akan digaji. Percayalah mereka digaji sepanjang mereka terdaftar. Karena ada juga guru kontrak yang ngajar hanya dua jam pelajaran. Apa ini juga dibayar Rp 2 Juta sebulan, kan tidak dong? Semuanya sudah ada, diatur di Dinas Pendidikan,” tegas Pastika. 010

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!