173 Penjor Hias Semarakan Wajah Kota Gianyar

posbali.id

GIANYAR, POS BALI.ID – Rutinitas tahunan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-247 Kota Gianyar mulai terlihat. Ditandai dengan berjejernya ratusan penjor yang dilombakan antar instansi di seluruh Kabupaten Gianyar.

Pantauan di lapangan, tampak semua elemen instansi bergotong royong “mengulat” bahan penjor, dan masing-masing menampilkan hiasan terbaik untuk mempercantik bentuk penjor.

Ketua Seksi Lomba Penjor Hias I Gede Astawa mengatakan, total ada 173 penjor akan memeriahkan areal jalan protokol Gianyar hingga di Lapangan Astina. Terdiri dari Anggota Fokorpimda, Dinas, Instansi, Badan, Kantor, Unit, BUMD, Camat, Lurah dan Desa. Termasuk juga SMA/SMK dan SMP Negeri se-Kabupaten Gianyar.

Lebih lanjut, salah satu petinggi Kodim 1616 Gianyar itu menjelaskan, kriteria yang menjadi penilaian lomba mencakup garis tengah bambu minimal 8-10 cm. Dengan tinggi minimal 8 meter, maksimal 10 meter dari atas tanah. ”Hiasan dibebaskan sesuai kreasi peserta,” ujarnya.

Astawa menegaskan, paling penting harus dari bahan lontar dan bahan ramah lingkungan. Pun, tak perlu dilengkapi standar upacara seperti canang, pala bungkah, rerasmen, dan lainnya. “Jumlah tim peserta tidak terbatas,” jelasnya.

Menurut Astawa, timnya akan melalukan penilaian usai penjor terpasang mulai 6 April 2018. Pemasangan penjor dan pembersihan sekitarnya harus sudah selesai pukul 4 sore. Rencananya penjor akan berdiri sampai tanggal 23-30 April 2018 mendatang.”Unsur penilaian meliputi bentuk, estetika, keharmonisan, dan kesesuaian hiasan,” ungkapnya.

Kepala Sub Bagian Tata Pemerintahan dan Negara Setda Gianyar Gede Oka Juniada menambahkan, total Rp 27 juta disiapkan untuk pemenang lomba. Masing-masing juara I mendapat uang tunai Rp 7 juta, juara II Rp 6 juta, juara III Rp 5 juta, dan seterusnya. “Lomba penjor ini selain untuk memeriahkan HUT Kota, juga sebagai upaya pelestarian dan simbol bahwa budaya dan tradisi harus tetap bertahan di Kabupaten Gianyar. Sebab, kita menjadi barometer wilayah seni budaya di Bali,” pungkasnya. 011

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *