11 pesawat delegasi VVIP kepala negara Asean parkir di apron timur Ngurah Rai

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Sebanyak  11 pesawat delegasi VVIP IMF WB 2018 ternyata parkir di Bandara Ngurah Rai. Kesebelas delegasi VVIP tersebut berasal dari negara Asean. Adapun parking stand yang dipergunakan adalah apron timur Ngurah Rai, hal tersebut agar pesawat VVIP tersebut lebih dekat dengan base ops Lanud terkait dengan pengamanan. “Alokasi parking stand untuk delegasi VVIP semua ada di Bali. Sampai data hari ini, ada 11 kepala negara yang sudah datang, hampir semuanya adalah dari negara Asean,”ujar Kepala bagian Hukum dan Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, ditemui Kamis (11/10) disela-sela acara smart airport di bandara Ngurah Rai.

 

Dipaparkannya pada Rabu (10/10)  sudah ada 6 delegaasi VVIP yang mendarat di bandara Ngurah Rai, kemudian hal tersebut bertambah 5 pesawat lagi Kamis (11/10) kemarin. Pihaknya kini tinggal menunggu konfirmasi dari pendaratan pesawat delegasi VVIP dari negara Thailand dan Laos. Dari jadwal yang direncanakan, akan ada 13 pesawat delegasi VVIP yanng akan mendarat di apron timur. “Kenapa kebanyakan delegasi VVIP yang parkir adalah negara Asen, sebab rencananya akan ada annual meeting IMF WB dengan agenda Asean Leader Gathering. Sehingga semua kepala negara Asean yang akan datang dan hampir semua sudah datang ke Bali,”tegasnya.

 

Sementara untuk apron barat yang merupakan hasil dari proses reklamasi, hal itu dipergunakan untuk relokasi pesawat komersial yang semula ada di apron timur. Dimana ada 3 slot pesawat komersil yang semula di apron timur, kini dipindah ke apron barat. Hal tersebut memang sesuai rencana semua, dimana apron barat dipergunakan untuk menyiasati parking stand yang akan dipergunakan oleh delegasi VVIP. “Untuk pesawat VIP negara lain, itu ada yang mengunakan bandara lain sebagai parking stand. Mereka ada yang ke Surabaya dan lombok, itu pesawat VIP Jerman, Qatar dan Uni Emirat Arab,”tukasnya.

 

Disisi lain, pihaknya tidak memungkiri bahwa pihaknya sudah mendapatkan komplain dari penumpang, terkait delay yang terjadi pada penerbangan reguler di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun pihaknya berharap agar para pengguna jasa tetap memaklumi kondisi tersebut, karena delay yang terjadi merupakan pengaruh dari adanya penerbangan VIP ataupun VVIP IMF-WB. Pihaknya juga mengaku sudah senantiasa memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

 

Dijelaskannya, rata-rata delay di bandara Ngurah Rai itu berlangsung selama 45 menit per penerbangan. Dimana 30 itu untuk melakukan clearance sebelum landing dan 15 menit untuk proses setelah landing.  Namun jika ada pesawat VVIP yang datangnya berhimpitan, maka delay bisa berlangsung sampai 1,5 jam. Karena ketika di radar sudah terlihat, maka Airnav akan langsung memberikan kode untuk memprioritaskan penerbangan VIP ataupun VVIP. Dicontohkannya seperti Kamis (11/10) malam, delay terjadi sekitar pukul 20.00 – 21.45 Wita. Hal itu dikarenakan adanya jadwal kedatangan VVIP Thailand. “Memang rentang waktunyacukup panjang itu, sebab itu terkait clearance dan movement positioning pesawat delegasi VVIP.  Semula pesawat berada di apron timur sisi utara, tapi berubah menjadi berada di sisi selatan,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!